"Kemensos Pelatihan Kerja untuk Peningkatan Kemandirian Disabilitas di Bogor"

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Sosial (Kemensos) mengadakan pelatihan kemampuan untuk penyandang disabilitas di Sentra Terpadu Inten Soewono, Bogor, Jawa Barat. Program ini dirancang untuk membantu mereka menjadi lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Romal Uli Jaya Sinaga, Kepala Sentra Inten Soewono, menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari kolaborasi yang bertujuan mengembangkan kemandirian para penyandang disabilitas setelah mereka menyelesaikan pelatihan vokasional. Dia juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal untuk 31 sentra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Harapannya, tingkat kelulusan peserta dapat meningkat sehingga mereka tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos).

Dalam dua tahun ke depan, Kementerian Sosial berambisi meningkatkan angka graduasi peserta pelatihan vokasional menjadi 70 persen. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah penerima bansos di kalangan penyandang disabilitas. Sebelumnya, angka graduasi hanya mencapai 28 persen, namun dengan dukungan yang lebih, target tersebut diyakini dapat dicapai.

Pelatihan yang diselenggarakan mencakup berbagai bidang seperti menjahit, otomotif, las, komputer, desain grafis, komunikasi, dan elektronika. Romal Uli Jaya Sinaga menjelaskan bahwa pilihan mata pelajaran dapat bertambah sesuai dengan ketersediaan fasilitas dan sumber daya yang ada. Jika diperlukan, mereka juga akan meminta bantuan dari tenaga ahli. Setiap angkatan pelatihan terdiri dari 100 orang dengan durasi 100 hari. Saat ini, jumlah peserta hanya mencapai 57 orang, namun diharapkan akan genap 100 peserta pada minggu depan.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya sudah berhasil bekerja dan tidak lagi termasuk dalam daftar penerima bansos. Data menunjukkan bahwa 28 persen lulusan pelatihan telah berhasil bekerja. Kemensos berharap dengan program ini, hingga April 2027, angka tersebut dapat mencapai 70 persen.

Pelatihan ini bukan hanya tentang mengasah keterampilan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan kemandirian bagi penyandang disabilitas. Dengan dukungan yang tepat, mereka dapat menjadi bagian yang produktif di masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan