Risiko Serangkaian Aktivitas Ponsel Berlebihan pada Kesehatan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta — Beberapa individu mungkin sudah terbiasa membawa ponsel saat menggunakan toilet untuk buang air besar (BAB). Namun, kebiasaan ini dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal PLOS One mengkaji perilaku 125 orang dewasa yang menjalani kolonoskopi di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston.

Hasil kemudian menunjukkan bahwa 60% dari mereka sering memakai ponsel saat di toilet. Mereka yang melakukan hal ini memiliki risiko sebesar 46% lebih tinggi untuk terkena wasir atau ambeien. Peneliti memprediksi bahwa penggunaan ponsel membuat seseorang cenderung terlalu lama di toilet, bahkan bisa hingga lima menit dalam satu kunjungan. Selain itu, orang yang banyak menggunakan ponsel di toilet juga cenderung kurang aktif secara fisik. Hal ini menandakan bahwa kebiasaan ini bisa menambah risiko terkena ambeien.

Michael J Allen, dokter di Houston Methodist Clear Lake, Texas, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa duduk lama di toilet dapat menekan vena rektal. “Darah akan menggenang, dan kondisi ini meningkatkan kemungkinan timbulnya ambeien,” kata Allen dalam wawancara dengan Healthline. Dia menjelaskan situasi ini seperti menekuk selang taman: semakin lama selang ditekan, semakin besar tekanan yang terbentuk. Selain itu, posisi condong ke depan saat menggunakan ponsel juga bisa menambah tekanan pada vena rektal, membuatnya mudah bengkak dan menyebabkan wasir.

Snieguole Geige, dokter di It’s Me & You Clinic, menjelaskan bahwa posisi duduk di toilet dengan menggunakan ponsel berbeda dengan duduk di kursi normal, karena tekanan terus berlanjut menit demi menit. “Hal ini membuat pembuluh darah vena mudah bengkak dan meregang,” katanya. Allen juga menjelaskan bahwa faktor utama penyebab ambeien adalah segala hal yang menambah tekanan pada rektum bagian bawah, seperti sembelit, kebiasaan mengejan, duduk terlalu lama, kehamilan, diare kronis, dan pola makan rendah serat. Semua hal ini bisa membuat pembuluh darah vena membengkak dan mengakibatkan wasir.

Tanda atau gejala ambeien sering kali disalahartikan, sehingga perlu diwaspadai agar bisa segera mencari penanganan medis. Geige menjelaskan bahwa gejala umum ambeien adalah gatal-gatal, rasa tidak nyaman, atau pembengkakan di sekitar anus, serta adanya darah setelah buang air besar. Beberapa pasien juga merasakan benjolan yang nyeri dan mudah terasa. Bagi sebagian orang, ambeien hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi Allen menyarankan segera mencari bantuan medis jika perdarahan terus-menerus atau nyeri tidak hilang meski sudah diobati. Waspadai juga bila gejala terus berlanjut lebih dari satu minggu atau bila tinja berwarna gelap hingga hitam.

Menurut data terbaru, kebiasaan sedikit bergerak saat menggunakan toilet tidak hanya meningkatkan risiko ambeien, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan usus secara umum. Studi yang diterbitkan di Journal of Gastroenterology juga menegaskan bahwa aktivitas fisik yang rendah dan duduk terlalu lama di toilet meningkatkan risiko terkena gangguan pencernaan. Pemakaian ponsel saat BAB juga dapat mempengaruhi kualitas istirahat, karena cahaya biru dari layar ponsel dapat mengganggu produksi melatonina, hormon yang membantu tidur.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah ambeien adalah dengan membatasi waktu di toilet, bergerak lebih sering, dan menghindari kebiasaan mengejan saat BAB. Selain itu, konsumsi makan berlemak dan serat juga penting untuk mencegah sembelit dan mengurangi tekanan pada rektum. Meskipun ambeien sering dianggap sebagai masalah kecil, gejalanya bisa menjadi serius jika tidak ditangani dengan baik. Jadi, mulai sekarang, hindari penggunaan ponsel saat BAB, agar kesehatan tubuh tetap terjaga dan menghindari risiko penyakit yang tidak diinginkan.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan