Pemeriksaan Kasus Pencemaran Nama Baik RK oleh Pengacara Lisa Mariana

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dalam kasus yang sedang hangat, pengacara Lisa Mariana, John Boy Nababan, telah mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait with dugaan pencemaran nama baik oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Pemeriksaan yang semula direncanakan untuk Kamis (11/9) diundurkan setelah Lisa Mariana dinyatakan sakit.

Penundaan ini diumumkan John kepada media setelah pertemuan dengan penyidik. “Kita telah bertemu dengan penyidik dan telah mengajukan permohonan penangguhkan pemeriksaan untuk Lisa. Jika tidak ada halangan, pemeriksaan akan dilaksanakan kembali pada Kamis, pukul 11.00 WIB,” ujarnya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025).

Lisa Mariana tidak hadir dalam sidang pemeriksaan hari ini karena alasan kesehatan. Menurut pengacara, ia sedang beristirahat bersama anaknya. “Lisa tidak bisa hadir karena pagi ini baru dikonfirmasi bahwa ia sedang sakit. Karena tidak ada yang bisa menjaga anaknya, ia tidak dapat hadir hari ini,” jelas John.

Sebelumnya, Lisa telah diminta untuk hadir dalam pemeriksaan pada Kamis (4/9), tetapi ia meminta penangguhkan dengan alasan lain. Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari laporan pencemaran nama baik yang diajukan RK, yang dilakukan setelah hasil tes DNA antara RK, Lisa, dan anaknya, CA, diumumkan.

Hasil uji DNA menunjukkan bahwa tidak ada kecocokan antara DNA RK dan CA. Polisi menegaskan bahwa DNA keduanya tidak identik. Lisa diyakini telah merugikan nama baik RK dan keluarganya. Oleh karena itu, RK melapor ke Bareskrim karena dituduh sebagai ayah kandung dari anak Lisa, CA. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/174/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI pada 11 April 2025.

Kasus ini menarik perhatian publik, terutama karena status politik RK dan implikasi hukum yang mungkin timbul. Hal ini juga menunjukkan pentingnya verifikasi faktual dalam kasus-kasus sensitif seperti ini. Pemeriksaan yang diundurkan ini menunjukkan betapa kompleksnya kasus dan keterlibatan pihak-pihak yang terjangkit. Dalam kasus seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap tenang dan menunggu proses hukum berlangsung dengan adil.

Setiap langkah yang diambil oleh pihak berwenang dan para terlibat harus dilihat dengan saksama. Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya komunikasi yang jelas dan transparansi dalam proses hukum, agar masyarakat dapat memahami perkembangan kasus secara akurat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan