Sherina Klarifikasi Soal Kucing Uya Kuya yang Sempat Absen Hari Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sherina Munaf, musisi terkenal, tidak menghadiri pemanggilan polisi terkait kasus penyelamatan kucing milik Surya Utama, alias Uya Kuya. Pemeriksaan yang semula direncanakan pada Senin (8/9/2025) dipindahkan ke hari ini, Selasa (9/9/2025).

Menurut Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, permintaan untuk mengubah jadwal pemeriksaan datang dari Sherina sendiri. “Yang bersangkutan meminta untuk hadir hari ini sesuai dengan surat identitas yang tercantum dalam surat klarifikasi,” ujarnya kepada wartawan.

Sherina sebenarnya telah menghadiri pemanggilan klarifikasi di Polres Metro Jakarta Timur pada hari Senin, namun ia meminta agar pemeriksaan diadakan kembali pada hari Selasa. Menurut Alfian, penyidik meminta Sherina untuk muncul langsung sesuai dengan surat identitas yang tercantum dalam surat klarifikasi.

Kasus ini berawal dari postingan Sherina yang mengungkapkan bahwa salah satu kucing dari rumah Uya Kuya berhasil menyelamatkan dirinya saat penjarahan terjadi. Kucing tersebut kemudian diserahkan kepadanya. Dalam postingan tersebut, Sherina juga mengungkapkan bahwa kucing itu berada dalam kondisi sangat kurus dan meminta penggemar untuk mengadopsi bukan membeli hewan peliharaan.

“Salah satu kucing dari rumah Uya Kuya ada yang rescue dan semalaman saya dan @indiradiandra sudah koordinasi langsung dengan rescuer. Pagi ini dijemput dan sekarang kucing posisi aman, sedang saya foster. Ini hanya satu ekor dari kemungkinan 16-20an ekor kucing yang dibreeding di lokasi tersebut. Kondisi: sangat kurus, tulang-tulangnya berasa banget kalau lagi dipet badannya. Untuk para pet owners, please sebisa mungkin ADOPT don’t SHOP, steril kucingnya, kl tak mampu rawat tak usah pelihara,” tulis Sherina.

Rumah Uya Kuya di Jakarta Timur dijarah pada Minggu (31/8/2025). Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka. Menurut Kapolres Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, ada tiga klaster pelaku: penghasut, penjarah, dan mereka yang melawan petugas. Dalam kasus ini, satu anak di bawah umur terlibat karena ikut-ikutan.

“Yang di bawah umur hanya terpengaruh atau ikut-ikutan saja,” jelas Alfian.

Sherina Munaf telah menunjukkan dedikasinya dalam menolong hewan yang terancam. Kasus ini juga mengungkapkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap adopsi hewan peliharaan. Penjarahan rumah Uya Kuya mengungkapkan adanya permasalahan keamanan di masyarakat yang perlu ditangani dengan serius. Semoga insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan lingkungan hidup dan ketertiban masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan