Perguruan Tinggi Swasta Perguruan Tinggi Swasta di Tasikmalaya Sarankan Penyeragaman Menu MBG

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Tasikmalaya, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi subjek kontroversi karena perbedaan dalam penawaran hidangan di sekolah-sekolah yang berada dalam satu wilayah. Beberapa sajian bahkan dianggap tidak sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan, karena ada indikasi bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih mengutamakan keuntungan pribadi daripada tujuan utama program.

Inisiatif MBG dirancang untuk memastikan pembekalan gizi anak-anak serta memberikan dorongan pada perekonomian lokal. Namun, di lapangan, beberapa pelaku usaha yang menjalankan SPPG diduga telah melanggar prinsip program ini dengan memprioritaskan keuntungan ekonomi.

Dr H Ajang Ramdani MPd, akademisi dari IAI Tasikmalaya, mengakui bahwa banyak pelaku usaha mendirikan SPPG demi keuntungan. Namun, ia menegaskan bahwa tidak boleh hanya berfokus pada laba, karena program ini merupakan program pemerintah yang bertujuan positif. “Sangat sayang jika program dengan tujuan positif ini hangus karena kepentingan pribadi atau kelompok,” katanya, Senin (8/9/2025).

Tentang isu sajian yang kontroversial dan tidak sesuai dengan biaya yang dialokasikan, Dr H Ajang menyarankan agar dilakukan evaluasi untuk mencegah polemik yang sama berulang. “Tiap program harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitasnya,” ucapnya.

Salah satu alasan kontroversi ini terjadi karena perbedaan menu di sekolah berbeda. Hal ini menyebabkan masyarakat secara otomatis membandingkan satu dengan yang lain. “Wajar jika masyarakat merasa ada menu yang lebih murah ketika hasil sajian berbeda,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dr H Ajang mengusulkan agar ada standarisasi menu di seluruh SPPG di Tasikmalaya. Langkah ini bakal membantu mencegah SPPG mencari keuntungan berlebihan karena kebebasan dalam menentukan menu. “Karena ini program nasional, minimal ada standarisasi menu untuk Tasikmalaya atau Jawa Barat,” tambahnya.

Selanjutnya, ia mengusulkan agar SPPG dapat mengadopsi konsep dari restoran franchise yang memiliki menu seragam di berbagai lokasi. “Tidak harus mengadopsi menu yang sama, tapi konsep penyeragaman agar ada standar baku untuk semua dapur,” terangnya.

Dengan adanya penyeragaman menu, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan memiliki dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat.

Pembaruan terbaru menunjukkan bahwa beberapa daerah telah berhasil mengimplementasikan standarisasi menu untuk program MBG. Studi kasus di Jawa Barat menunjukkan peningkatan kualitas sajian dan efisiensi pengelolaan anggaran, menurunkan kontroversi terkait program ini. Analisis terkini juga menunjukkan bahwa kemungkinan program MBG akan diperluas ke daerah lain dengan model manajemen yang lebih ketat.

Tidak hanya itu, infografis yang telah dirilis menunjukkan bahwa program MBG yang terstruktur dengan baik dapat meningkatkan kesehatan anak-anak dan mendorong pengembangan ekonomi lokal. Dengan demikian, upaya untuk mengoptimalkan program ini bukan hanya untuk memenuhi gizi anak, tetapi juga untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan transparan.

Program MBG harus menjadi contoh kebijakan yang sukses, bukan hanya sebagai tontonanマ自己利益のために利用されるプログラム。未来の世代のために、このプログラムは公正で公平な扱いを受けるべきである。

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan