Ponsel dengan baterai yang bisa dilepas kini semakin sulit untuk ditemui di pasaran. Meskipun begitu, masih ada beberapa pilihan terbatas yang masih menjaga fitur ini, seperti Samsung Galaxy XCover 7, Fairphone 6, Kyocera Duraforce Pro 3, dan Nokia C12. Fitur baterai yang bisa diganti sendiri dianggap memberikan kemudahan bagi pengguna, termasuk kemampuan menggantinya dengan cepat tanpa harus bergantung pada teknisi.
Keunggulan dari baterai yang bisa dilepas antara lain kemudahan mengganti bagian tersebut saat daya habis selama kegiatan. Selain itu, ketika performa baterai menurun seiring waktu, pengguna bisa menggantinya sendiri dengan membeli unit baru dan memasangkannya ke ponsel. Sayangnya, mayoritas ponsel modern sekarang telah beralih ke desain baterai tertanam yang lebih tipis dan tahan air. Akibatnya, pilihan ponsel dengan baterai lepas menjadi sangat terbatas, dan biasanya hanya ada di segmen entry-level atau jenis rugged.
Beberapa merek masih mempertahankan fitur baterai lepas karena berbagai pertimbangan, termasuk daya tahan dan kemudahan perawatan.
Samsung Galaxy XCover 7 merupakan salah satu ponsel dengan baterai lepas yang masih layak dianggap. Harganya sekitar €380, dan spesifikasinya cukup bagus untuk kelas menengah. Ponsel ini dilengkapi dengan prosesor MediaTek octa-core, RAM 4–6 GB, serta layar 6,6 inci dengan resolusi Full HD+. Baterainya berkapasitas 4.050 mAh, meskipun ukurannya lebih kecil dibanding ponsel modern, tetapi keunggulannya terletak pada kemudahan mengganti baterai dengan unit cadangan. Galaxy XCover 7 dirancang sebagai ponsel rugged dengan sertifikasi IP68 dan MIL-STD-810H, membuatnya tahan terhadap air, debu, dan guncangan. Sayangnya, ponsel ini sulit ditemukan di pasar AS, sehingga konsumen di wilayah lain mungkin lebih mudah menemukannya. Samsung juga meluncurkan Galaxy XCover 7 Pro pada awal 2025 dengan fitur serupa, namun ketersediaannya masih terbatas.
Fairphone 6 menawarkan pendekatan unik dengan desain modular yang memungkinkan penggantian tidak hanya baterai, tetapi juga port USB-C, kamera, dan layar. Harganya sekitar €599, dan dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3 serta RAM 8 GB. Layarnya berukuran 6,3 inci dengan panel LTPO OLED, resolusi 2.484 x 1.116 piksel, dan refresh rate 120 Hz. Baterainya berkapasitas 4.415 mAh, dapat diisi dengan kecepatan 30W, meski tidak mendukung pengisian nirkabel. Dengan rating IP55 dan sertifikasi MIL-STD-810H, Fairphone 6 tetap tahan terhadap percikan air dan guncangan. Keunggulan utama Fairphone 6 adalah filosofi keberlanjutan dan kemudahan perbaikan, meskipun masih belum tersedia secara luas di pasar AS. Bagi pengguna yang mengutamakan keberlanjutan dan kebebasan mengganti komponen, ponsel ini layak dipertimbangkan.
Kyocera Duraforce Pro 3 adalah ponsel rugged yang masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan baterai lepas. Ponsel ini diluncurkan pada 2023 dan eksklusif untuk operator Verizon di AS dengan harga $899,99. Spesifikasinya termasuk prosesor Snapdragon 7 Gen 1, RAM 6 GB, dan layar 5,38 inci dengan resolusi Full HD+. Baterainya berkapasitas 4.270 mAh, dan dilengkapi dengan sistem kamera triple yang cukup memadai. Sebagai ponsel rugged, Duraforce Pro 3 memiliki rating IP68 dan sertifikasi MIL-STD-810H, menjadikannya tahan terhadap kondisi ekstrem. Sayangnya, ketersediaannya hanya melalui Verizon.
Nokia C12 adalah pilihan yang menjadi solusi bagus bagi pengguna dengan anggaran terbatas, dengan harga sekitar $77,84. Ponsel ini memiliki layar 6,3 inci dengan resolusi 720p, prosesor Unisoc SC9863A1, RAM 2 GB, dan penyimpanan internal 64 GB. Kamera belakangnya beresolusi 8 MP, sedangkan kamera depan 5 MP. Baterainya berkapasitas 3.000 mAh, yang meskipun kecil, dapat diganti dengan mudah. Meskipun performanya terbatas, Nokia C12 cocok untuk pengguna yang membutuhkan ponsel dasar dengan keunggulan baterai lepas. Varian Pro yang lebih baik sudah sulit ditemukan di pasaran.
Meskipun ponsel dengan baterai lepas semakin langka, ada harapan dari regulasi Uni Eropa yang mewajibkan semua ponsel yang dijual di wilayah tersebut memiliki baterai yang dapat diganti pengguna mulai 2027. Aturan ini bertujuan mengurangi limbah elektronik dan memudahkan perawatan. Sementara menunggu perubahan tersebut, pengguna dapat mempertimbangkan solusi alternatif seperti menggunakan power bank, memanfaatkan fitur pengisian cepat, atau memilih ponsel dengan daya tahan baterai yang baik. Bagi pengguna yang tetap menginginkan ponsel dengan baterai lepas, opsi seperti Samsung Galaxy XCover 7 dan Fairphone 6 masih dapat diandalkan. Merawat baterai juga menjadi pengetahuan penting untuk memperpanjang usia pakai perangkat.
Dengan semakin banyaknya ponsel yang mengadopsi desain slim dan tahan air, baterai lepas mungkin akan tetap menjadi niche. Namun, bagi segmen pengguna yang mengutamakan praktisitas dan keberlanjutan, fitur ini masih memiliki nilai lebih yang signifikan.
Data Riset Terbaru:
Sekitar 40% konsumen di Uni Eropa menyatakan mereka lebih suka membeli ponsel dengan baterai lepas karena praktisitas dan biaya perawatan yang lebih rendah. Studi ini dilakukan oleh European Consumer Organization pada 2024.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Tren ponsel modern yang lebih tipis dan tahan air menyebabkan baterai non-removable menjadi pilihan utama. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas dan keberlanjutan, ponsel dengan baterai lepas masih relevan.
Kesimpulan:
Jika Anda mencari kenyamanan dalam mengganti baterai sendiri atau ingin mengurangi limbah elektronik, ponsel dengan baterai lepas masih menjadi pilihan yang layak. Meski terbatas, beberapa model seperti Samsung Galaxy XCover 7 dan Fairphone 6 menawarkan solusi praktis dan berkelanjutan. Selalu pertimbangkan kebutuhan Anda sebelum memilih ponsel.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Penulis Berpengalaman 5 tahun.