Korban Luka dalam Run-tuhnya Bangunan Majelis Taklim di Bogor Mencapai 84 Orang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Bogor, Bupati Rudy Susmanto melakukan peninjauan terhadap bangunan majelis taklim yang runtuh saat perayaan Maulid Nabi di Ciomas. Menurutnya, insiden ini mengakibatkan tiga kematian dan 84 luka-luka, baik berat maupun ringan. Para korban saat ini sedang diperawati di beberapa rumah sakit di sekitar Kabupaten dan Kota Bogor.

Bencana ini terjadi pada hari Minggu (7/9/2025) pagi saat ratusan orang hadir untuk merayakan Maulid Nabi. Kelebihan jumlah peserta menjadikan bangunan tidak dapat menahan beban, sehingga runtuh dan menimpakan para jemaah. Rudy menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa warga di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas. Ia menjelaskan bahwa majelis taklim ashobiyyah sedang menyelenggarakan perayaan Maulid Nabi dengan sekitar 150 peserta, kebanyakan di antaranya adalah ibu-ibu. Akibat kelebihan kapasitas, bangunan tersebut akhirnya runtuh.

Beberapa rumah sakit yang menangani korban termasuk RSUD Kota Bogor, RS PMI, RS Marzuki Mahdi, RS Vania, RS UMMI, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya. Data dari RSUD Kota Bogor menunjukkan bahwa sebagian besar korban adalah perempuan, dengan beberapa kasus luka berat. Termasuk di antaranya seorang anak berusia 2,5 tahun yang mengalami luka berat di kepala dan sedang menunggu operasi di ICU.

Kejadian ini mengingatkan betapa pentingnya menjaga standar keamanan bangunan, terutama saat acara berjamorkah. Warga dianjurkan untuk selalu memperhatikan kondisi fasilitas yang digunakan, khususnya dalam kegiatan religius yang melibatkan jumlah peserta yang banyak. Kesimpulan, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konstruksi yang aman dan perencanaan acara yang lebih baik agar bencana serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan