Mahasiswa Menuntut Pelarutan 17+8 dari Dewan Perwakilan Rakyat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI dengan tema piknik telah berakhir. Mereka telah meninggalkan tempat aksi dengan teratur. Menurut laporan dari Thecuy.com, pada Jumat (5/9/2025) pukul 17.00 WIB, para mahasiswa memakai baju almamater mulai pergi dari lokasi.

Setelah pukul 17.56 WIB, beberapa orang masih terlihat melekatkan poster atau stiker ke dinding DPR. Satu stiker menampilkan tulisan “Habiskan Dalangnya” dan lainnya berisi “Kontak Ambulans”. Polisi terus memberikan penyataan kepada setiap peserta untuk segera meninggalkan lokasi, dan sebagian besar sudah melakukannya.

Salah satu polwan memberitahu, “Maaf, sudah selesai ya, kondisi harus steril.” Sementara salah satu peserta menjawab, “Baiklah, kita pulang kan.” Pasukan berseragam oranye juga sudah hadir untuk membersihkan sisa-sisa aksi, sedangkan petugas kepolisian masih mengawasi alur lalu lintas di sekitar gedung.

Data riset terbaru menunjukan bahwa aksi massa mahasiswa seringkali berakhir dengan penumpangan dari pihak kepolisian. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan keamanan publik. Studi kasus pada demonstrasi tahun sebelumnya menunjukkan bahwa interaksi yang baik antara mahasiswa dan polisi dapat mencegah eskalasi kekerasan. Infografis yang relevan bisa menunjukkan bagaimana komunikasi efektif dapat mengurangi konflik.

Demonstrasi mahasiswa seringkali menjadi wadah untuk mengungkapkan aspirasi. Meskipun aksi kali ini telah berakhir dengan damai, penting bagi berbagai pihak untuk terus mendengar aspirasi mahasiswa. Setiap suara yang diucapkan dengan tenang dan bijak akan memberikan dampak positif bagi perbaikan sistem. Jangan pernah berhenti menggerakkan perubahan dengan cara bijak dan konstruktif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan