Polda Metro Jaya mengungkapkan adanya 22 individu yang terlibat dalam kerusuhan di Jakarta, yang terkonfirmasi konsumsi narkoba. Penggunaan zat terlarang ini diyakini bertujuan untuk meningkatkan semangan serta menghilangkan rasa takut selama aksi unjuk rasa.
Menurut Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/9/2025), penggunaan narkoba donekat tersebut dilakukan sejak tiga hingga tujuh hari sebelum insiden kerusuhan.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan evaluasi mendalam, ternyata para pelaku telah mengkonsumsi zat terlarang tersebut dalam waktu yang cukup panjang sebelum pelaksanaan aksi.
David juga menjelaskan bahwa jenis narkoba yang dikonsumsi beragam, mulai dari metamfetamin hingga THC dan obat-obat keras. Namun, dia menegaskan bahwa para pelaku akan diberi perlakuan rehabilitasi secara medis dan sosial sesuai Pasal 127 ayat 1.
Lapisan keamanan juga berhasil mengamankan 337 orang terkait aksi anarkis di gedung DPR/MPR tanggal 25 Agustus 2025. Selain itu, pelaku yang masih berstatus anak kemudian dikembalikan ke keluarganya.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam jumpa pers yang digelar di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Selasa (2/9/2025), upaya pengamanan berhasil menjaga kondisi kondusif pada hari kejadian. Para massal yang diamankan kemudian dilakukan pendataan dan pemeriksaan urin, serta pemisahan dengan klaster anak di bawah umur. Konseling pun dilaksanakan dengan mengundang berbagai stakeholder termasuk KPAI, dinas terkait, dan pihak sekolah.
Pada 3 September 2025, dilaporkan bahwa polisi telah mengidentifikasi 22 individu yang positif narkoba dan telah dimulai proses rehabilitasi. Data ini menunjukkan bahwa penggunaan narkoba dalam kerusuhan bukan hanya menimbulkan dampak kriminal, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani secara holistik.
Pendekatan integratif dalam menangani kasus narkoba seperti ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga keamanan, kesehatan, dan sosial dalam mencegah dan merehabilitasi pelaku. Kerja sama ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi medis pelaku, tetapi juga memastikan integritas sosial dan psikologis mereka dalam kembali ke masyarakat.
Meskipun upaya pengamanan dan rehabilitasi telah dilakukan, kasus ini mengingatkan pada krisis narkoba yang terus merajalela di tengah-tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan narkoba tidak hanya menjadi masalah hukum, tetapi juga masalah kesehatan publik yang memerlukan penanganan serius. Keberanian untuk mengatasi masalah ini harus datang dari semua lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah hingga warga, untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan sehat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.