Hampir semua orang tua pernah mengalami masa ketika anak mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM). Pada fase ini, anak sering menolak makan, sulit untuk memaksa mereka makan, bahkan hanya mau mengonsumsi satu jenis makanan. Walaupun ini adalah tahap normal, banyak orang tua yang khawatir apakah kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi. Padahal, pemenuhan gizi pada masa tumbuh sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tubuh, kekuatan tulang, perkembangan otak, dan menjaga daya tahan tubuh.
Jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi, anak mungkin mengalami pertumbuhan yang tidak optimal. Beberapa nutrisi penting yang perlu diperhatikan saat fase pertumbuhan antara lain:
- Protein hewani dan nabati untuk membangun jaringan tubuh dan otot.
- Kalsium dan Vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang dan tinggi badan.
- Zat besi untuk meningkatkan konsentrasi dan energi.
- Probiotik BB536 dan Prebiotik Serat FOS untuk menjaga kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi.
- AA, DHA, Omega 3 dan 6 untuk mendukung perkembangan otak dan kecerdasan.
Untuk mengatasi anak yang mengalami GTM, orang tua bisa mencoba beberapa langkah, seperti:
- Beri makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, sehingga anak tidak merasa tertekan dengan porsi besar.
- Buat variasi menu yang menarik untuk memikat rasa ingin tahu anak.
- Ikutkan anak dalam proses persiapan makanan, misalnya memilih sayur atau buah, agar mereka lebih antusias mencoba.
- Berikan alternatif nutrisi seperti camilan sehat atau susu kaya protein untuk melengkapi kebutuhan gizi harian.
Ingat, genetik bukan satu-satunya faktor yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola makan seimbang, tidur yang cukup, aktivitas fisik, dan stimulasi yang tepat juga sangat berpengaruh. Dengan strategi yang tepat dan kesabaran, fase GTM tidak akan menjadi penghalang besar. Nutrisi tetap bisa dipenuhi, sehingga anak tetap tumbuh sehat, kuat, dan aktif sesuai potensinya.
Terbaru, studi menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami GTM tetapi tetap mendapatkan nutrisi yang optimal melalui strategi makan variatif dan camilan sehat menunjukkan perkembangan kognitif yang lebih baik. Analisis menunjukan bahwa anak yang diberi pendekatan positif dalam makan lebih mungkin menerima makanan seimbang. Setiap anak memiliki ritme sendiri dalam mencoba makanan baru, jadi kesabaran dan konsistensi menjadi kunci.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.