Evaluasi Tunjangan Anggota DPR Mendapat Dukungan dari 8 Fraksi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi topik hangat yang memicu protes di berbagai wilayah Indonesia. Semua fraksi di DPR sepakat untuk mengevaluasi berbagai jenis tunjangan yang diterima anggota. Berdasarkan surat edaran Sekretaris Jenderal DPR Nomor KU.00/9414/DPR/RI/XII/2010, tunjangan DPR meliputi tunjangan kehormatan, komunikasi intensif, uang sidang, asisten anggota, listrik, telepon, dan tunjangan beras. Yang menjadi sorotan adalah tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan per anggota, yang menimbulkan protes hebat di media sosial dan demonstrasi di beberapa daerah.

Setelah merespon kritik masyarakat, seluruh delapan fraksi di DPR menyetujui evaluasi terhadap sistem tunjangan anggota. Fraksi PDI-P menegaskan bahwa fasilitas dan tunjangan yang tidak layak harus dihentikan. Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, menyatakan dukungan mereka untuk menghentikan tunjangan perumahan dan fasilitas lain yang dianggap berlebihan, dengan harapan menjadi pelajaran bagi legislator di masa depan. Fraksi Gerindra, melalui Ketua Budisatrio Djiwandono, juga sepakat untuk meninjau ulang semua tunjangan dan mendorong anggota tidak melakukan kunjungan kerja ke luar negeri saat ini.

Fraksi Golkar, dipimpin oleh Muhammad Sarmuji, menyatakan kesediaan untuk dievaluasi dan merevisi fasilitas jika dianggap berlebihan, sambil mengingatkan anggota untuk menjaga sikap di depan publik. Sementara itu, Fraksi PKB, melalui Sekretaris Jazilul Fawaid, setuju untuk evaluasi tunjangan dengan tetap meningkatkan kinerja anggota. Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, meminta maaf atas nama fraksinya dan menyatakan kesediaan untuk dikritik serta dievaluasi, dengan harapan tetap menjadi bagian dari aspirasi masyarakat.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung penghapusan tunjangan rumah dinas anggota DPR, sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang pengelolaan APBN yang efisien. Fraksi NasDem, mewakili Sekretaris Ahmad Sahroni, mendukung evaluasi total terhadap semua tunjangan dan gaji, dengan janji untuk mengembalikan sebagian ke masyarakat. Fraksi PAN, melalui Ketua Putri Zulkifli Hasan, memandang evaluasi sebagai upaya perbaikan berkelanjutan, dengan ajakan agar anggota menjaga sikap sederhana dan fokus pada kerakyatan.

Semua pernyataan ini merupakan tanggapan terhadap protes masyarakat di minggu terakhir. Publik kini menanti tindakan nyata dari delapan fraksi DPR tersebut untuk mewujudkan komitmen yang telah dijanjikan.

Dalam era keterbukaan informasi, transparansi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan. Tunjangan anggota DPR bukan hanya soal angka, tetapi simbol tanggung jawab politik. Evaluasi ini harus melampaui retorika hingga terwujud tindakan nyata yang nantinya bisa menjadi teladan bagi institusi publik lainnya. Kini, giliran DPR untuk berbuat lebih, bukan hanya berbicara.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan