Pelajar di Bogor Siap Demo ke DPR, Jumlah Pundiun Bertambah menjadi 171

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Beberapa pelajar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang hendak berpartisipasi dalam aksi demonstrasi menuju gedung DPR telah diamankan oleh aparat. Jumlah peserta yang terlibat mencapai 171 orang, termasuk siswa dari berbagai sekolah di wilayah Kota Bogor, Depok, dan Tangerang, serta individu non-siswa.

Menurut AKBP Wikha Ardilestanto, Kapolres Bogor, per 17.20 WIB pada Kamis (28/8/2025), jumlah pelajar yang diamankan tersebar sebagai berikut: 137 orang di Polres Bogor, 35 oleh Unit Resmob Satreskrim, 10 di Polsek Sukaraja, 85 oleh Satlantas, 7 di Polsek Klapanunggal, 20 di Polsek Parung, dan 14 di Polsek Tenjo. Aksi pengamanan ini dilakukan sebelum mereka sempat tiba di lokasi demonstrasi.

Keesokan harinya, sekundermenĂ´termapolisi telah mengamankan 76 pelajar lainnya di Kabupaten Bogor. Mereka berencana meninggalkan Jawa Barat menuju Jakarta lewat jalur darat dan KRL, dengan rencana untuk turun di Stasiun Palmerah atau Blok M. Pelajar tersebut berusaha menyamar dengan menggunakan pakaian biasa, bukan seragam sekolah, dan sebagian besar berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK). Wikha menuturkan bahwa mereka terpengaruh undangan lewat pesan melalui flyer, media sosial, atau grup chating sekolah. Polisi tidak menemukan bukti adanya koordinasi terstruktur, melainkan lebih ke sebuah keinginan untuk tidak ketinggalan (FOMO).

Mengenai insiden serupa, video menunjukkan aksi massa pelajar di Asia Afrika yang berhasil dipukul mundur ke Senayan. Pelajar juga diamankan saat hendak bergerak menuju lokasi demonstasi dengan transportasi umum dan privasi, menghindari pakaian yang teridentifikasi sebagai seragam sekolah. Aktivitas iniministration] ini mengungkap kekhawatiran terkait keterlibatan siswa dalam kegiatan demonstrasi, yang berpotensi berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kasus ini, pentingnya peran aparat keamanan dalam mengamankan situasi kritis terlihat jelas. Pelajar yang diamankan menunjukkan adanya wabah FOMO yang dibuat dengan mudah via media sosial. Pihak sekolah juga harus lebih memperketat pengawasan kegiatan siswa thwarted. Selanjutnya, upaya pencegahan harus dioptimalkan dengan kerja sama tingkat masyarakat yang lebih erat, educating remaja pada dampak legalitas dan dampak demo risiko negatif yang dapat ditimbulkan. Yapri phổ biến, keep the spirit of proactive and communal actions to safeguard the wellbeing of youth and society at large while preserving the importance of peaceful and organized expression of thoughts.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan