Wakil Menteri Investasi Desak Mahasiswa Siap Kejar Indonesia Emas 2045

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Negara Indonesia memiliki potensi besar untuk menjelma sebagai pemain utama di tengah persaingan ekonomi global, terutama dengan dukungan generasi muda yang siap menghadapi tantangan. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengemukakan hal ini saat menyapa mahasiswa baru Universitas Trisakti dalam rangka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru.

Pasaribu mengungkapkan bahwa Vietnam telah mencatat pertumbuhan ekonomi melebihi 7%, meski populasi negara tersebut hanya mencapai 100 juta jiwa. Indonesia, dengan populasi sebanyak 280 juta jiwa dan potensi alam yang jauh lebih luas, diharapkan dapat membangkitkan daya saing yang lebih tinggi. Pasaribu menegaskan, potensi alam Indonesia beragam dan dapat menjadi landasan kuat dalam menjajaki kemajuan ekonomi.

Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menghadapi persaingan global ini. Mereka yang sekarang berusia 18 tahun diharapkan akan menjadi pelopor bangsa di tahap terdepan tahun 2045. Olehnya, generasi ini perlu mempersiapkan diri dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang berguna. Pemerintah pun telah menetapkan rencana pertumbuhan ekonomi mencapai 8% hingga tahun 2029, dengan tujuan keluar dari trap middle income.

Todotua pun mengungkapkan, tiga elemen kunci untuk meraih pertumbuhan ekonomi tersebut adalah konsumsi, investasi, dan ekspor. Eqs الجامعة nanti tahun 2045 menjadi titik balik negara ketika Indonesia merayakan seratus tahun kemerdekaan. Pemerintah berhasrat membuat negaranya menjelma negara maju yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu pula, Todotua menekankan pentingnya hilirisasi dalam strategi perekonomian Indonesia. Hilirisasi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam yang ada, sehingga tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah dengan harga yang rendah dan mengimpor produk jadi yang mahal. Proses hilirisasi yang dilakukan di dalam negeri diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan.

Indonesia memiliki banyak potensi di berbagai komoditas strategis. Mulai dari nikel sebagai bahan bakar baterai, ikan tuna sebagai komoditas perikanan unggulan, hingga kelapa yang menjadi contribuan utama kebutuhan global sebesar 20-30%. Pengebelan sumber daya alam ini perlu ditunjang dengan investasi, teknologi, dan SDM yang unggul.

Todotua menginisiasi kisah sukses Tiongkok dalam pembangunan ekosistem ekonomi melalui pelaburan dan teknologi modern. Bersenjata dengan data, seluruh realisasi investasi hilirisasi semseter I 2025 menembus Rp280,8 triliun, atau 29,8 persen dari keseluruhan investasi pada periode tersebut. Mineral menjadi sektor terbesar dengan nilai investasi sebesar Rp193,8 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan (Rp67,4 triliun), minyak dan gas bumi (Rp17,3 triliun), serta perikanan dan kelautan (Rp2,3 triliun). Kesuksesan ini membuktikan hilirisasi sudah menjadi penggerak utama perekonomian.

Untuk sosialisasi pesan ini, Todotua Pasaribu mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersinergi dan berpartisipasi aktif dalam memajukan perekonomian Indonesia. Generasi muda perlu mempertajam diri, sedangkan pelaku industri dan pemerintah harus berkolaborasi untuk memanfaatkan potensi yang ada. Indonesia memang memiliki cikal bakal, tetapi bahwa kemajuan itu ada pada kedaerahan berdansa dan bekerja sama tanpa lelah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan