Pasien RSUD Surabaya Serangkaian Dokter Setelah Operasi Menggunakan Batu

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang ahli bedah umum di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya mengalami kebrutalan dari tangan pasien yang baru saja dirawat. Insiden ini berlangsung pada tanggal 25 April 2025, sekitar pukul 10.56 WIB. Pelaku, Norliyanti berusia 48 tahun, berasal dari Babat Jerawat. Pasien tersebut merasa tidak diperhatikan setelah operasi, lalu menargetkan dr Faradina.

Aksi kekerasan meliputi dua kali pemukulan pada kepala korban, menjadikan luka robek yang memerlukan pemeliharaan, dan tiga kali pada bagian punggung, hasilnya luka biru yang berkepanjangan. Catatan dari dr Arif Setiawan, penanggang jabatan direktur rumah sakit, menyatakan bahwa pemukulan tersebut memiliki potensi kerusakan otak serta bahaya kematian jika terjadi secara berulang.

Berbeda dari kejadian pada 25 April 2025, laporan resmi barulah diserahkan ke Polsek Benowo dua hari kemudian. Sampai saat ini, kasus ini sudah diantar oleh pihak berwenang ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk memutuskan permasalahan hukum yang timbul.

Kekejaman terhadap tenaga medis mengungkapkan perluasan masalah hubungan dokter-pasien di Indonesia. Meskipun insiden ini telah dilaporkan, permasalahan keterbatasan keamanan untuk petugas kesehatan tetap menjadi tantangan. Masalah ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga sistem kesehatan yang perlu diperbaiki.

Untuk mengatasi situasi seperti in, penerapan sistem perawatan dengan profesionalisme dan dukungan hukum yang kukuh diperlukan. tenaga medis harus dilindungi secara maksimal, dan silih preferentially pengasuh harus mengetahui batas yang jelas dalam berinteraksi dengan petugas pelayanan kesehatan.

Meski tersisa banyak jalan untuk diperbaiki, setiap upaya kecil dapat memberikan dampak besar. Ayo menjadi bagian dari perubahan dengan mempromosikan budaya menghargai tenaga medis dan menjagalah keutuhan mereka.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan