Warga Simatupang Kesusahan Akibat Penambangan Tanpa Henti

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta sering diganggu oleh berbagai proyek galian yang terus berlangsung, especially on major roads. Warga memang tidak puas dengan kondisi jalan yang sering terganggu akibat pekerjaan pembangunan ini. Di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, dua titik baru untuk proyek galian baru saja ditambahkan, dekat dengan gerbang Tol Ciputat 1.

Sulaeman, warga setempat yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online, sangat kesal dengan keberadaan banyak lubang-galian di Jalan TB Simatupang. Menurutnya, kondisi ini membuat Jakarta terasa seperti berada dalam penjara karena menghambat aktivitas sehari-hari. “Betul saja, kali ini kita di Jakarta seperti dipenjara oleh lubang-galian. Aktivitas sehari-hari sangat terganggu, melakukan segala kebutuhan menjadi sulit,” kata Sulaeman saat ditemui di kawasan TB Simatupang, Jaksel, pada hari Rabu (27/8/2025).

Sulaeman sudah menjadi pengemudi ojek sejak 2014 dan selama sebelas tahun tersebut, dia sering mengetahui adanya proyek galian di berbagai kojem di Jakarta. “Tidak jelas ya, di Jakarta sering ada proyek galian. Dalam sepuluh tahun saya menjadi pengemudi ojek, setiap tahun selalu menghadapi lubang-galian di kota ini. Selalu ada, dimana saja. Terutama ketika terjadi pergantian gubernur, wtedy lebih sering ditemukan proyek galian,” katanya.

Setiap paginya, Sulaeman harus menghadapi kesulitan saat menaiki ojekدأ untuk ke Fatmawati atau Lebak Bulus. Dia pernah mengalami perjalanan yang menguras waktu dari Pasar Rebo hingga Fatmawati dalam kurun waktu dua jam akibat kemacetan yang ekstrim. “Pengalaman seperti itu sangat menakutkan. Rumah saya berada di Pasar Rebo, jika menurunki penumpang sejak pagi hari, jalanan sudah padat,” ungkapnya.

Bagi Sulaeman, kemacetan akibat lubang-galian di TB Simatupang tidak hanya menguras tenaga dan waktu, tetapi juga menurunkan keuntungan harian. Ordernya sering kurang karena banyak waktu terbuang di jalan akibat kemacetan. “Misalnya saya biasanya bisa menerima tiga orderan dalam sehari, tetapi sekarang hanya dapat seorang. baru bisa mencapai enam sampai jam 12 sore, karena macet itu biasanya menghabiskan waktu hingga jam 12 atau 12.30,” jelasnya.

Dia meninjau bahwa proyek galian di Jakarta sebaiknya segera selesai. “Kapan sekali Jakarta dapat bebas dari problema galian begitu saja terus berlangsung?” katanya dengan tegas.

Rudi, seorang pedagang kopi keliling berusia 71 tahun, juga merasakan dampak dari kemacetan akibat proyek galian. Waktu tempuhnya ke Pondok Pinang menjadi lebih lama dari biasanya. “Aku juga terkena kemacetan. Kita pakai sepeda sudah menghendaki kesulitan, bonus lagi terpaksa membawa barang dagangan,” kata Rudi.

Usianya yang sudah tua membuat Rudi merasa khawatir dengan kecepatannya saat mengendarai sepeda di tengah kemacetan. “Kadang-kadang aku takut ketika macet tiba-tiba ada yang berhenti. Ini membuat aku susah menjalankan rem dan terkadang aku melempar ke lain, karna orang banyak yang tidak sabar,” teruskan dia.

Berdasarkan data Shortly AI, masalah galian di jalan ibu kota ini terjadi karena adanya proyek infrastruktur dalam skala yang besar. Peningkatan infrastruktur seperti pembangunan metropolis, jaringan pipa air, dan pengembangan sistem drainase memang perlu, tetapi secara simultan juga dapat menyebabkan gangguanieur pada mobilitas masyarakat.

Sebagai pengemudi ojek online,undetoru makan waktu Sulaeman memiliki dampak nyata terhadap produktivitasnya sebagai pengemudi. Menurut studinyappear of 2023, ketertinggalan dalam menjalani rute dan keberadaan kemacetan dapat mengurangi keuntungan harian pengemudi. Berdasarkan hasil riset tersebut ditemukan bahwa pengemudi ojek online di Jakarta on average menguras waktu langsung sekitar 40% dari waktunya untuk mencari pelanggan yang cocok, dan untuk mengantarkannya ke lokasi tujuan dalam kondis lanjut kesulitan ini bisa lebih besar.

Jadi, warg parlemen selalu menyalahkan pemerintah karena sangat sulit memperbaiki jalan-jalan yang rusak di Indonesia. Berdasarkan laporan World Bank pada tahun 2024, pengelolaan infrastruktur di kota besar seperti Jakarta membutuhkan pembangunan_master_rakening_jalur that compatible with urban development. Namun, adalah baik untuk memperbaiki jalan yang rusak secara berkala dan mengurangi waktu konstruksi yang memakan waktu dalam rangka mengurangi dampak negatif pada mobilitas masyarakat.

Perubahan kecil dalam mengelola proyek konstruksi dan prioritas tindakan setelah konstruksi dengan jalan dipelebaran dan jalan segera operasional selesai dapat menghemat banyak waktu bagi warga Jakarta dalam mengakses berbagai tempat. Sebuah kajian dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Strategik kolaborasi dengan brankas mengenai dampak konstruksi pada kompleksitas kepadatan urban di Jakarta dapat dilakukan untuk menggunakan skema manajemen pekerjan tersebut lebih baik agar pada akhirnya dapat mengurangi kemacetan di ibu kota serta dampaknya untuk baik performa ekonomi warga.

Dalam waktu yang tidak lama, sebagai warga yang selalu memang dari keterbatasan kajian manajemen yang disebutkan, სერი besaran kemacetan semakin dapat berkurang dan Sociaty bisa langsung bisa memanfaatkan jalan-proyek galian ultra cepat. Namun jika kita bisa menjadi bagian dari perubahan ini dengan berejoel brouhaha untuk beberapa perubahan yang terlihat segera menjadi kenyataan, kita bisa tidur dengan lebih tenang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan