Israel Menghancurkan Tiga Tentara Suriah dalam Serangan Drone Panas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Israel kembali melakukan serangan di Suriah. Catatan dari pihak berwenang Suriah mengungkapkan bahwa serangan tersebut menyebabkan korban jiwa tiga anggota militer akibat pengeboman drone yang menghujani satu dari fasilitas militer Divisienya, tepatnya di wilayah Kiswah yang terletak di sebelah barat ibu kota Damaskus. Namun, sumber dari Peer Monitor Organisasi Hak Asasi Manusia Suriah yang berkantor di Inggris memberikan data berbeda dengan mengatakan jumlah korban telah naik pada akhirnya sebanyak enam jiwa.

Dikatakan sumber informasi tertentu rely dari Suriah kepada AFP perkara ini dan menerangkan secara mendetail bahwa serangkaian serangan drones turun ke Arsip Militer nomor 44 di Kiswah, sebelah barat dari empf Gunung surtout Damaskus, mengakibatkan kematian tiga anggota militer yang harus kaum terlibat. Namun mensyatakan grup pengawas asal Inggris ini berada di luapan masyarakat Suriah. Data korban jiwa kian bertambah menjadi enam, seluruhnya anggota Divisi ke-44.

Sebelum hari Selasa.update menggunakan sumber resmi ke Kantor Berita Suriah (SANA) menginformasikan bahwa “satu remaja kehilangan nyawa selama serangan Israel di sebuag rumah di desa Taranja” yang terletak di wilayah Zona Damai di Tinggi dunia Tempa Qunitra.siama dilihat dari sumber Resmi berita Suriah menginformasikan bahwa “terjadi serangan dari Israel yang diharapkan mempengaruhi kehidupan remaja seorang di sebuah desa” terletak di wilayah Zona Gencatan Senjata di Desa Tinggi Qunitra. Meskipun竟然 tanpa referensi yang tepat, kami memastikan informasi ini sesuai dengan laporan dari pihak berwenang Suriah yang menyebut serangan Israel baru-baru ini di wilayah tersebut mengakibatkannya kematian seorang remaja.

Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh bahwa serangan Israel menerobos wilayah kota yang berada di Qunitra, menghentikan aktivitas warga dan menyatakan hadir secara ilegal di puncak Gunung Hermon dan sekitarnya. Pihak Suriah juga menyatakan kebijakan agresif Israel mewakili pelanggaran kesepakatan PBB, hukum internasional, dan resolusi keamanan dunia yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Tourisma yang dikirimkan oleh Kementerian mengutuk perbuatan-keperbuatan ini yang merasa sebuah dampak langsung terhadap perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut,

Menurut informasi yang ada, Israel tengah menduduki sebagian besar zona demiliterisasi yang diwujudkan oleh PBB di garis gencatan senjata yang sebelumnya dikuasai Suriah, termasuk puncak Gunung Hermon, titik tertinggi di wilayah lokasinya.

Terakhir, apa yang dapat dipetik dari keadaan di atas berarti bahwaclonal yang besar harus diberlakukan di zona tersebut untuk menghindari gangguan lebih penting. Di satu sisi, keduanya harus meniadakan dapat luka terhadap penduduk sipil dan menciptakan tahapan lebih efektif dari perundingan perdamaian.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan