Polda Sumut Trendir Bakar 24 Ribu Pils Ekstasi dan 10 Kg Sabu, Dijerat Dua Tersangka

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dalam aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Direkturat Reskrim Polda Sumatera Utara, tim operasi berhasil meruntuhkan jaringan perdagangan bahan berbahaya di lingkungan perumahan setinggi apartemen di kota Medan. Dalam operasi ini, dua individu bersama dengan bukti kejahatan, antara lain sabu, ekstasi, hingga H5, berhasil dimigurkan.

“Hal ini merupakan langkah yang tepat waktu, karena saat operasi tersebut kami mengamankan 10 kilogram sabu, sekitar 24 ribu butir obat terbuka, dan 150 butir H5, bersama dua individu yang terlibat,” ujar Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, kepala satuan narkotika tersebut, seperti dilansir oleh detikSumut pada hari Selasa yang lalu (26 Agustus 2025).

Skandal ini terungkap setelah tim pendukung menerima informasi dari sumber khususrelated to peredaran bahan berkode di tempat yang sudah disebutkan, tepatnya di Jalan Listrik, Medan Petisah. Informasi yang mendalam itu langsung ditindak lanjuti hingga tim menemukan dua tersangka, yaitu AR (19) dan IS (19), pada Kamis selaszy (21 Agustus).

Selama penyelidikan, petugas menemui 150 butir H5 yang tersembunyi di dalam kantong jaket salah satu pelaku, serta satu botol air mineral yang isinya memiliki ekstasi dalam bentuk cairan. Barang bukti lainnya ditemukan di kamar apartemen nomor 1002 yang menjadi hunian para pelaku.

Melalui pengakuan dari kedua tersangka, tim penyelidik dapat mengetahui bahwa stok sabu yang besar disimpan di rumah kontrakan lain, tepatnya di Pancur Batu, Deli Serdang. Di tempat tersebut, tim menemukan dua kantong besar yang berisi 10 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkus teh, serta 24 ribu butir ekstasi dengan berbagai merek terkenal seperti LV, Donald Trump, granat, dan tengkorak.

Pelacukan yang dilaksanakan sejak lama ini menjual barang haram dari satu provinsi ke yang lain, dengan Kota Medan menjadi salah satu tempat pemasaran utama. Keduanya mengaku bekerja sama dengan seorang individudengan inisial LB yang masih dalam proses penangkapan oleh pihak berwenang.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya upaya pemberantasan narkoba untuk menjaga ketertiban sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kerjasama antara berbagai satuan polic poursuit merupakan kunci dalam menggagalkan jaringančni seperti ini, menyediakan kesempatan untuk masyarakat lebih aman dari ancaman bahan berbahaya.

Dalam perang melawan narkoba, setiap upaya patuh terhadap hukum dan berani bergerak mencari kebenaran adalah luar biasa. Kita perlu terus berada di sebelah pihak yang bersama upaya perjuangan ini, baik melalui pelaporan ataupun pendukung keamanan. Mari saksikan video yang terkait tentang penangkapan 13,3 kilogram sabu di Makassar dengan 8 pengedar yang terkait.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan