Jam Pulang Ngantor Terganggu Kepadatan Kerumunan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pada sore hari ini, stasiun Manggarai mengalami kegagalan pada pasokan listriknya. Namun, masalah tersebut telah berhasil diperbaiki.

“Listrik kembali menyala sekitar pukul 18.17 WIB,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, kepada media pada Senin (25/8/2025). Alasan hinter dampak gangguan ini belum dapat diketahui. Saat listrik mati, area peron stasiun mengalami kegelapan.

Manajer Humas KAI Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan, juga memastikan bahwa listrik sudah kembali normal. “Sudah hidup lagi,” ujarnya singkat.

Sementara itu, melalui akun resmi mereka, KAI Commuter mencatat bahwa layanan KRL pada rute Manggarai-Bekasi berjalan dengan lancar. Jalur KRL menuju Bogor juga ter catat beroperasi without obstacles.


Pemadaman listrik di stasiun transports yang sibuk ini memang bukan hal baru. Sebagai tempat transit utama di Jakarta, kestabilan listrik di lokasi ini kritis bagi ribuan commuters harian. Data menunjukkan bahwa gangguan sejenis ini dapat mengganggu rencana pulang-pergi jutaan penghuni ibu kota.

Studi kasus di Jepang mengungkapkan bahwa sistem redundansi listrik di stasiun besar dapat meningkatkan ketersediaan listrik hingga 99%. Pendekatan serupa bisa dipertimbangkan untuk meningkatkan resiliensi infrastruktur stasiun di Indonesia.

Dalam kondisi semacam ini, penting bagi operator transportasi untuk memiliki protokol tanggap cepat. Tidak hanya untuk memastikan kelancaran operasional, tetapi juga meminimalisir risiko safety commuters, khususnya di jam-jam sibuk.

Masih ada ruang untuk perbaikan dalam sistem pembangkit cadangan dan pemantauan real-time di stasiun-stasiun besar. Investasi pada teknologi listrik modern bisa menjadi solusi jangka panjang, sementara pelatihan terhadap tim teknik harus terus dilakukan untuk meminimalkan waktu gangguan di masa depan.

Kegagalan sistem transportasi publik tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Setiap menit delay pada ribuan commuters berarti hilangnya produktivitas dan peningkatan frustrasi. Oleh karena itu, ketahanan infrastruktur listrik harus menjadi prioritas utama dalam rencana pengembangan transportasi masa depan.

Kestabilan sistem transportasi urban tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kecermatan manusia di balik layanan. Semua elemen harus berkoordinasi dengan baik agar setiap perjalanan commuters dapat berjalan dengan lancar dan nyaman.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan