Tanaman Orthosiphon aristatus, yang dikenal dengan nama kumis kucing, telah lama digunakan dalam praktik pengobatan tradisional. Dengan bentuk daunnya yang unik yang menyerupai kumis kucing, tanaman ini bukan hanya menarik bagi mata, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang signifikan. Komposisi kimianya yang kaya akan saponin, flavonoid, tanin, dan antioksidan menjadikannya sebagai sumber herbal yang berharga.
Dr. Danang Adriyanto, pakar tanaman obat dari RSUP Sardjito, menjelaskan bahwa kumis kucing sering dipakai untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan, seperti diabetes dan hipertensi. Cara pengolahan tanaman ini juga beragam, mulai dari penyeduhan menjadi teh, direbus, hingga dikonsumsi dalam bentuk ekstrak.
Untuk membuat teh dari kumis kucing, siapkan satu hingga dua sendok teh daun kering, seduh dengan air panas, lalu diamkan selama lima hingga sepuluh menit sebelum disaring. Sedangkan untuk cara merebus, gunakan lima hingga tujuh lembar daun segar, rebus dengan dua hingga tiga gelas air hingga airnya setengah, kemudian saring. Air rebusan ini bisa diminum satu hingga dua kali sehari, masing-masing setengah gelas. Selain itu, ekstrak kumis kucing juga tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet untuk kemudahan konsumsi.
Daftar manfaat tanaman kumis kucing meliputi penguatan kesehatan tulang dan sendi, terutama dalam mengatasi radang akibat asam urat dan arthritis rheumatoid. Kandungan kalium dan kalsiumnya memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tulang. Selain itu, daun kumis kucing juga efektif dalam perbaikan luka karena kandungan polifenol, flavonoid, dan terpenoid yang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antijamur.
Tanaman ini juga bermanfaat dalam mengurangi peradangan dan nyeri serta mengatasi diabetes dan penyakit ginjal. Penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine pada 2022 menunjukkan bahwa kumis kucing memiliki efek terapeutik terhadap komplikasi diabetes, termasuk nefropati diabetik. Flavonoid, tanin, dan asm kafeat yang terkandung dalam tanaman ini membantu meningkatkan sensitivitas reseptor insulin dan menurunkan kadar gula darah. Sifat antioksidannya juga berperan dalam melindungi sel beta pankreas dari stres oksidatif.
Selain itu, kumis kucing juga dikenal sebagai obat alami yang efektif dalam membersihkan saluran kemih dan mencegah infeksi urogenital. Sifat diuretiknya membantu menghilangkan bakteri dan mengurangi risiko kolonisasi pada saluran kemih.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, kumis kucing menjadi pilihan herbal yang bernilai untuk ditambahkan dalam rutin kesehatan harian. Tanaman ini bukti bahwa solusi alami dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara holistik.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.