Kemendagri Rencanakan Pembentukan Ditjen Baru untuk BUMD yang Sakit-sakitan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana mendirikan Direktorat Jenderal (Ditjen) khusus untuk mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengalami krisis. Ini merupakan langkah untuk membangun lagi kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menjelaskan bahwa banyak BUMD memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD, tetapi tidak sedikit di antaranya sedang mengalami masalah. “BUMD memiliki potensi yang signifikan, namun kami juga menemukan banyak yang tidak dalam kondisi optimal,” ujar Bima saat rapat dengan Komisi II DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Ia menambahkan, Kemendagri juga bertanggung jawab memantau dan membina BUMD guna meningkatkan daya beli daerah dan PAD. Saat ini, pihaknya sedang merencanakan peraturan Durchen dan PP untuk mendirikan Ditjen BUMD. “Kepmendagri telah menyusun Peraturan Menteri dan Peraturan Pemerintah. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan sehingga semua BUMD dapat berjalan dengan sehat,” katanya.

Bima menegaskan perbaikan BUMD juga tergantung pada kualitas kepemimpinan pejabat daerah. Meskipun demikian, ia juga berjanji akan terus membantu dan mendampingi kepala daerah dalam merencanakan visi peningkatan PAD dan daya beli daerah. “Kemampuan kepemimpinan kepala daerah sangat penting. Kami akan membantu mereka agar memiliki rencana yang baik dalam mengembangkan PAD dan daya beli daerah,” ucapnya.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa BUMD yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan PAD hingga 30% dalam waktu tiga tahun. Studi kasus di Jawa Timur menunjukkan bahwa daerah yang terbantu dalam mengelola BUMD dengan efektif berhasil meningkatkan PAD mereka secara signifikan. Infografis dari Kementerian Keuangan juga menunjukkan bahwa BUMD yang sehat berperan penting dalam pengentasan ketergantungan terhadap transfer dari pusat.

Meskipun tantangan masih ada, dengan dukungan yang tepat dan kepemimpinan yang kuat, BUMD dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap daerah harus bereksperimen dengan model manajemen yang efektif dan terukur. Investasi dalam pembentukan tim profesional dan sistem teknologi canggih untuk BUMD juga harus menjadi prioritas. Dengan demikian, BUMD tidak hanya berperan sebagai pendapatan tambahan, tetapi juga sebagai katalis untuk pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan