"Penambahan Berlebihan Karyawan Menyebabkan PHK di Tokopedia"

dimas

By dimas

Tokopedia sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan akibat adanya penyesuaian struktur organisasi.

“Gemuk” adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan jumlah karyawan Tokopedia yang dianggap terlalu banyak. Hal ini terjadi karena adanya integrasi dengan tim TikTok Shop, yang bergerak di bidang e-commerce yang sama.

Menurut sumber dalam, jumlah karyawan gabungan Tokopedia dan TikTok Shop di Indonesia sekitar 2.500 orang. Angka ini dianggap “overweight” oleh TikTok, pemegang saham mayoritas Tokopedia, sehingga perlu dilakukan pengurangan.

Dalam dua bulan terakhir, Tokopedia telah memutuskan hubungan kerja dengan 420 karyawan. Pada Agustus 2025, 240 orang dipangkas, sementara pada Juli 2025, 180 karyawan sudah di-PHK sebelumnya. Divisi yang paling terkena dampak adalah teknologi informasi (IT), customer care, tim pemenuhan pesanan (fulfillment), dan gudang.

Selain itu, tim teknis yang masih tersisa pun harus pindah ke mainland China, berarti mereka akan berada di bawah koordinasi TikTok China. Proses PHK ini masih berlangsung hingga akhir tahun ini sebagai bagian dari integrasi sistem yang ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Menurut sumber, ketika integrasi sistem sudah rampung, mayoritas tim di Indonesia akan berfokus pada bisnis dan marketing, sementara tim teknis akan dipindahkan ke China.

Dengan demikian, Tokopedia sedang mengoptimalkan struktur organisasinya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan strategis dalam era digital yang terus berubah.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan