Perjalanan Jemaah Haji Non-Muslim Tidak Masalah, Menurut Dahnil Anwar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Ketua Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa petugas embarkasi dalam pelaksanaan haji tidak terbatas pada muslim saja. Kementerian Haji dan Umrah, yang akan disahkan dalam Rencana Umum Undang-Undang (RUU) Haji, diharapkan akan menyatukan berbagai elemen pluralisme.

Dahnil menjelaskan bahwa visi yang diusung oleh presiden terkait dengan pengembangan Kementerian Haji dan Umrah akan memperhitungkan diversitas agama. “Tentu saja, sejak awal kami menyampaikan bahwa visi presiden tentang Kementerian Haji dan Umrah akan mencakup aspek pluralisme,” katanya saat berada di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).

Dalam pengelolaannya, BP Haji yang dipimpin Dahnil tidak hanya diisi oleh muslim, melainkan juga tenaga ahli IT dari agama lainnya. Ia menyebutkan banyak pihak dari beragam agama yang tertarik untuk berperan dalam Kementerian Haji dan Umrah yang sedang diusulkan.

Meskipun haji merupakan ibadah eksklusif, hasilnya seharusnya berbentuk inklusivitas. “Oleh karena itu, dalam Kementerian Haji nanti, bahkan sekarang di BP Haji, ada tenaga IT yang beragama Kristen,” ujarnya. “Bahkan ada teman-teman dari Kementerian Agama, seperti yang beragama Hindu, yang awalnya terlibat dalam Bimas Hindu dan Buddha, yang tertarik bergabung di Kementerian Haji.”

Dahnil menambahkan bahwa partisipasi dari berbagai agama diperbolehkan selama tidak melibatkan elemen-elemen yang berkenaan langsung dengan pelaksanaan ibadah. “Selama tidak melanggar syariat, tidak ada masalah,” katanya. “Hal-hal seperti IT, administrasi, atau bahkan kegiatan di embarkasi, tetap bisa dilakukan asalkan tidak merusak aspek keagamaan.”

Dari sini terlihat bahwa pelaksanaan haji bukan hanya tentang aspek keagamaan, namun juga tentang inklusivitas dan kerjasama antar komunitas. Kementerian Haji dan Umrah nanti diharapkan bisa menjadi wadah yang mengabdi pada kemasyarakatan secara holistik. Sebuah langkah yang menyambut beragam latar belakang untuk berkontribusi dalam melaksanakan ibadah haji dengan lebih baik. Inklusivitas dalam pelaksanaan haji menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, di mana setiap individu, terlepas dari agama, dapat sedikit berperan dalam menyempurnakan ibadah yang sakral ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan