Dirut Bekas Taspen Hadiah Pacar Mobil HRV, Jaksa Tanggapi ‘Wow’

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih, atau ANS Kosasih, pernah memberikan mobil HRV bernilai Rp 500 juta sebagai hadiah ulang tahun kepada pasangannya. Menurut Raden Roro Dina Wulandari, yang saat itu berhubungan dengan Kosasih, hadiah ini diberikan pada tahun 2023 dan merupakan kejutan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025), jaksa menanyakan tentang pemberian mobil tersebut. Dina mengonfirmasi bahwa mobil HRV hitam itu diberikan sebagai hadiah ulang tahunnya. “Saya menerima mobil secara langsung, tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” katanya.

Jaksa kemudian meminta penjelasan lebih lanjut tentang hubungan mereka. Dina mengungkapkan bahwa mereka menjalin hubungan selama satu tahun, dan hanya menerima mobil sebagai hadiah, tidak ada uang atau tambahan lainnya. “Saya tidak pernah menerima uang dari Pak Kosasih,” ujarnya.

Mobil HRV tersebut saat ini disita oleh penyidik KPK. Jaksa mempertanyakan detail lainnya, seperti warna mobil dan nilai pasaran, yang kedua belah pihak konfirmasi sebagai warna hitam dengan harga Rp 500 juta. “Wow,” ucap jaksa setelah mendapatkan informasi tersebut.

Kosasih didakwa telah merugikan negara sebesar Rp 1 triliun dalam kasus investasi fiktif. Jaksa menduga ia meraih keuntungan melalui investasi reksa dana I-Next G2 tanpa analisis yang jelas, bersama Ekiawan Heri Primaryanto. Perbuatan ini dipercaya mengakibatkan kerugian keuangan yang besar bagi PT Taspen.

Jaksa menuduh Kosasih dan rekan-rekannya melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang etika dan tata kelola dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa kasus korupsi dalam lingkup keuangan perusahaan sering merupakan akibat dari kelemahan pengawasan dan ketidaktransparasian dalam proses keputusan. Studi kasus seperti ini seringkali mengungkapkan adanya jaring korupsi yang kompleks, yang melibatkan berbagai pihak.

Memahami dinamisnya kasus korupsi seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam sektor keuangan. Meskipun kasus ini masih dalam proses peradilan, peningkatan transparansi dan pengawasan lebih ketat dapat menjadi langkah ป้องกัน (mencegah) terjadinya kasus serupa di masa depan.

Ini adalah pelajaran yang berharga bagi semua pihak terlibat untuk selalu berpegangan pada prinsip-prinsip etis dalam setiap keputusan yang diambil, khususnya dalam pengelolaan dana publik atau perusahaan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan