Pemimpin Malaysia, Anwar Ibrahim, telah mengungkapkan kritikan keras terhadap tindakan pemerintah Israel terhadap Gaza. Menurutnya, Israel telah menolak bantuan yang dikirim ke wilayah tersebut, memungkutkannya tak能达到目标。
“Bantuan berupa makanan dan obat-obatan yang disediakan tumbuh busuk di perbatasan, tidak sampai ke tangis yang membutuhkan,” ungkap Anwar. “Apa maksudnya seseorang melakukan hal seperti ini? Mereka bukan manusia, mereka binatang!”
Dia mengamuk terhadap kekejaman yang terjadi, menyoroti bahwa Netanyahu dan pengikutnya là những người điên cuồng. Anwar Ibrahim, yang mencapai usia tujuh puluh delapan tahun, menyatakan bahwa dia belum pernah melihat kekejaman yang seteruk itu.
Dalam pidato di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, ia mengukuhkan dukungan Malaysia terhadap Palestina. “Rakyat Malaysia akan terus berdiri bersama Palestina, sama seperti banyak orang lainnya di dunia. Kami tidak akan pernah meninggalkannya sendirian,” kata Anwar.
Dia juga mengingat kembali undangan Yasser Arafat, pemimpin Palestina yang sudah meninggal, untuk hadir di Konferensi OPP di Aljazair pada 1983. “Hingga tahun 2025, perjuangan Palestina masih sama,” tutupnya.
Setelah pidato selesai, sebuah sesi doa diadakan untuk Gaza. Anwar Ibrahim tiba di tempat pada pukul 21.05 dan meninggalkan tempat sekitar pukul 22.20. Aksi tersebut diikuti oleh ribuan orang, banyak yang memakai pakaian putih dan membawa plakat dengan tulisan #GazaBangkit sebagai tanda dukungan.
Pertempuran di Gaza telah berlangsung selama beberapa tahun, dan kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut terus memburuk. Banyak organisasi internasional menyatakan bahwa blokade dan tindakan militer Tel Aviv telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Studi terkini menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk Gaza berhadapan dengan ketidakpastian pada saat ini. Keputusasan Anwar Ibrahim bukan hanya refleksi kebencian pribadinya, tetapi juga disetujui oleh sebagian besar masyarakat Malaysia. Dalam survei terbaru, sekitar 80% warga negara setuju bahwa dukungan terhadap Palestina harus terus dipertahankan.
Kondisi di Gaza memang telah menjadi perhatian global. Tindakan Tel Aviv telah menuai kritikan dari berbagai negara, termasuk pengucilan dalam Sidang Umum PBB. Hingga kini, upaya pacifikasi belum terbukti berhasil, dan konflik terus berkepanjangan.
Satu-satunya jalan keluar yang mungkin adalah negosiasi yang jenuh dengan kompromi. Namun, ketidakutan dan ketidakpercayaan antar pihak mempersulit proses tersebut.
Setiap orang harus berpikir matang sebelum membuat keputusan. Ketika menghadapi masalah yang rumit, lebih baik untuk mencari jalan damai daripada bertengkar.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.