Sekolah Rakyat Berjumlah 165 Satuan Beroperasi Tahun Ini Dapat Apresiasi dari Prabowo

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pujiannya karena sudah ada 100 Sekolah Rakyat yang sudah mulai beroperasi. Menurut rencananya, jumlah ini akan meningkat menjadi 165 sekolah pada bulan September mendatang. “Saya sangat bangga karena hari ini sudah tercatat 100 Sekolah Rakyat yang aktif. Selain itu, dilaporkan bahwa pada bulan September ini akan ada 65 sekolah tambahan yang akan beroperasi,” ujar Prabowo saat menghadiri acara pembekalan guru dan kepala sekolah di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

Gelaran ini juga disaksikan langsung oleh 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat. Sebelum menerima instruksi langsung dari Prabowo, para pihak terlibat juga mendapatkan maklumat dari berbagai menteri dan tokoh penting seperti Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar.

Prabowo menganggap peningkatan jumlah Sekolah Rakyat ini sebagai prestasi yang luar biasa. “Ini adalah keberhasilan yang menakjubkan. Sebab, kita semua memiliki cita-cita untuk membangun negara yang merdeka dengan rakyat yang bebas dan terampuh,” ungkap Prabowo. Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif utama Prabowo-Gibran untuk memberikan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga berkebutuhan khusus. Program ini juga berfungsi untuk memerangi kemiskinan dengan menyatukan berbagai program seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian makan bergizi gratis, jaminan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, dan program pembangunan 3 juta rumah.

Sekolah Rakyat saat ini telah beroperasi di seluruh pelosok Indonesia. Jumlahnya akan terus bertambah menjadi 165 sekolah pada September 2025. Menurut rencana Kemensos, ada 15.895 siswa yang akan dibina oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik dalam satu tahun ajaran 2025/2026.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa akses pendidikan yang merata dapat meningkatkan pendidikan dasar dan menghambat transisi kemiskinan. Sebuah studi yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset pendidikan menampilkan bahwa anak-anak dari keluarga miskin yang bersekolah lebih memiliki peluang untuk lebih mengembangkan potensi mereka. Selain itu, School Rakyat yang merupakan salah satu bentuk sekolah alternatif dapat membantu mengurangi beban keluarga yang miskin dalam membiayai pendidikan anak mereka. Pada tahun 2024, sebuah infografis dari one LSM pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 30% keluarga miskin harus mengorbankan konsumsi gereja untuk membayar biaya sekolah anak mereka.

Latar belakang ini menguatkan pentingnya program Sekolah Rakyat dalam meruntuhkan mata rantai kemiskinan. Dengan memberikan akses pendidikan yang gratis, anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka. Selama 3 tahun pembukaan Sekolah Rakyat di beberapa daerah telah menunjukkan adanya peningkatan sejumlah 20% pada tingkat partisipasi siswa dari keluarga berkebutuhan khusus dalam sekolah dasar. Kini, kelasnya dibangun berdampingan dengan fasilitas kesehatan dan pemberian pangan yang bergizi.

Dalam membangun kemajuan bangsa, pendidikan adalah salah satu fondasi utama. Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan bahwa daerah-daerah terpencil juga akan memiliki akses pendidikan yang sama dengan daerah perkotaan. Semua ini menjadikan program ini sebagai langkah strategis untuk meraih masyarakat yang lebih adil dan berdaya saing. Sementara itu, para pemangku kepentingan di sektor pendidikan juga diberi tugas untuk terus memantau dan meningkatkan kualitas pendidikan yang disajikan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan