Indonesia Mencatat Kemiskinan Terendah, Namun 23 Juta Warga Masih Berjuang

dimas

By dimas

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, mengumumkan penurunan angka kemiskinan di bawah ambang 9%, awalnya terjadi untuk pertama kalinya. Pada tahun 2025, jumlah warga yang termasuk kategori miskin berkurang menjadi 23,9 juta, berbeda dengan 25,2 juta pada 2024 dan 25,9 juta pada 2023. Menurut keterangannya dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Jumat (22/8/2025), tingkat kemiskinan kini mencapai 8,47% atau 23,85 juta jiwa.

Sementara itu, penjualan lapangan kerja tahun 2025 capai 3,59 juta, naik dari 3,55 juta tahun sebelumnya. Namun, angka pengangguran masih terbilang tinggi, yaitu 7,3 juta orang atau 4,76% dari jumlah penduduk. Angka ini masih lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 7,2 juta orang (4,82%). Sri Mulyani menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi telah memberikan dampak positif pada beberapa indikator kesejahteraan, termasuk penurunan angka pengangguran.

Dalam konteks APBN, Sri Mulyani menjelaskan pentingnya APBN sebagai alat utama yang dipercaya oleh masyarakat. APBN berperan sebagai alat peredam dalam menghadapi krisis global. Dia juga berharap kerja sama dengan Danantara dan sektor swasta dapat menerapkan beban perekonomian, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Sri Mulyani Indrawati berkomitmen untuk bekerja sama dengan Danantara dan swasta, agar beban perekonomian tidak hanya ditangani oleh APBN. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih efektif.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa upaya penurunan kemiskinan dan pengangguran telah menghasilkan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Namun, masih diperlukan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Analisis unik dan simplifikasi menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi dan kolaborasi antara pemerintah dan swasta merupakan kunci dalam mengatasi tantangan ekonomi masa depan.

Kesimpulan, kolaborasi antara pemerintah, instansi negara, dan sektor swasta tidak hanya mengurangi beban perekonomian tetapi juga membuat ekonomi Indonesia lebih maju. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat menuju kemajuan yang lebih berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan