Tahun ini memang menjadi waktu penuh ketimpangan untuk industri tayang. Judul-judul yang diklaim akan menjadi fenomen bingung bikin memang gagal, sementara film horror kecil tapi kreatif berhasil melampaui harapan. Sejak bulan Juni, kondisi mulai lebih stabil, terutama pas Toy Story 5 meraih pendapatan terbukti tahun ini. Namun, arahan penonton langsung beralih ke Supergirl, film DC yang diharapkan akan meraih prestasi fantastis. Hingga kini, hasilnya masih jauh dari prediksi.
Memang memang sulit membenarkan harapan utamanya, apakah Supergirl bisa menderita pemenang box office seperti Superman tahun sebelumnya. Namun, karena D.C. Universe ini semakin mendapatkan momentum positif, benernya banyak orang memang memang memang percaya Supergirl bisa mengalahkan untung opening weekend The Flash. Memang, ternyata malah sebaliknya. Maka, apakah ada alasan utamanya yang membuat debut Supergirl ini menurun drastis? Yuk, kita analisis secara mendetail tiga faktor utama!
H1: Prestasi Box Office Supergirl Di Minggu Pertamanya Tidak Semakin Gede
H3: Ulasan yang Menggabungkan Khasan dan positif
Gambar: Gambar Supergirl Box Office*
*Paragraf: Performa superhero yang dulu berhasil seperti Superman kemarin sangat bergantung pada obrolan di luar layar yang sangat positif. Audiens dan penilitan microbesemma gagal merasakan keramahnya pendekatan James Gunn yang santai dan santai untuk karakter Man of Steel. Menyebarnya, Supergirl ini berbeda.
Skala penilaian di Rotten Tomatoes sangat rendah di 57%, rekod terendah untuk D.C.U. dalam waktu ini. Meski skor audiensnya cukup baik di 76%, CinemaScore memberi skor B- (terburuk untuk D.C. selain Joker: Folie à Deux). Kombinasi ini pasti Sungka impact besar pada performa box office-nya. Buat orang yang awalnya hanya penasaran, ulasan yang sebalik-balikan ini membuat mereka lebih mungkin memilih nonton di layar streaming daripada membeli tiket bioskop.
H3: Waktu Rilis yang Salah
Gambar: Gambar Sinopsis Supergirl*
*Paragraf: Decisikan Warner Bros untuk rilis Supergirl di awal Juli, secara teoretis ini terlihat seperti strategi cerdas. Film petualangan luar angkasa, antonim hero yang tidak ragu menyerah, dan vibes yang hampir mirip Guardians of the Galaxy. Tapi nyata, jadwal ini menjadi kesalahan.
*Bulan Juli selalu jadi lapangan kompetisi keras bagi film-blockbuster mahal. Supergirl ketinggalan dugaan Toy Story 5 dan film Minions, dua film yang memang berpotensi meraih $1 miliar.
Ditambah dengan kata ulasan yang negatif, Supergirl menjadi sulit banget untuk menempel. Mungkin ceritanya akan berbeda jika DC merilis film ini di bulan yang lebih ringan, seperti Maret (seperti rilis Captain Marvel sebelumnya) atau April. Meski ulasannya tetap sama, mungkin lebih banyak orang akan tertarik karena tidak ada kompetisi yang ketat.
H3: Apakah Masa Film Superhero Udah Hati?
Gambar: Gambar Supergirl Sinopsis*
*Paragraf: Pengembangan superheroes di era 2010-an telah menjadi mesin pendapatan yang tak pernah lelah. Tapi sekarang, tanda-tanda menegaskan bahwa tren itu mulai berubah. Marvel baru saja kenaan ketidaklasikannya tahun 2025. Adaptasi komik sudah tidak jaminan selalu sukses, bahkan film yang baik pun mungkin gagal.
*Tidak berarti superheroes udah “mati”, akan tetapi era di mana pahlawan baru bisa nembus $1 miliar hanya dengan budget film baru sempat memang lewat. Marvel sendiri akan fokus pada brand terdepan.
Karakter Supergirl memang ikonik dan sudah ada sejak zaman 50-an, tetapi populeritasnya jauh lebih rendah dari Superman atau Batman. Angka box office ini pasti menjadi tantangan besar untuk D.C. saat mereka menyusun rencana film di masa depan.
Baca juga games lainnya di Info game terbaru atau cek review mobile legends lainnya.

Penulis Berpengalaman 5 tahun.