Megawati Mencuartakan Peradaban Berkeadilan: Hindari Pemberantasan Dunia melalui Hukum Rimba

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Media Kampung –Presiden ke-5 RI yang juga menjabat sebagai Ketua DPP BPIP, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan panggilan bagi dunia untuk tidak dipimpin oleh hukum radikal melainkan prinsip yang berakar pada kepedulian spiritual. Per hurriedan ini dilaksanakan saat sambutannya di pertemuanThe 3rd World Civilizations Harmony Forum di Bali, yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster.

Perlengkapan event ini mengusung temuan “Harmony in Diversity, Human Fraternity” untuk mengkonsulasi tokoh global dalam rangka membangun dunia yang damai, adil, dan bertahan lama. Dalam kehadiran Megawati, ia menekankan bahwa Bali menjadi contoh praktis tentang ketertarikan antara alam, nilai spiritual, serta keharmonisan sosial yang menjadi identitas peradaban Indonesia.

Tiga orang peneliti dari Yayasan Prajna Harmonis juga menyampaikan penjelasan tentang konsep hukum harmoni yang lebih efektif daripada teori konflik yang mendadak. Mereka menyatakan bahwa kerangka hukum yang benar benar mengatur keajaiban alam adalah yang menjaga keseimbangan dan kerja sama, bukan perjuangan kekuatan yang mengakibatkan ketidaktambahan.

Forum ini dirancang sebagai medium untuk menyelami solusi dari berbagai sudut pandang, baik intelektual maupun spiritual, untuk menciptakan struktur dunia yang lebih setara. Penjelasan Kasino, Wakil Ketua Yayasan Prajna Harmonis, menjelaskan bahwa prinsip ini sejalan dengan Pancasila dan filosofi Bhinneka Tunggal Ika, serta sesuai dengan konsep seperti Vasudhaiva Kutumbakam di Hindu, Ukhuwah Insaniyah dalam Islam, dan persaudaraan global di agama lain.

Semua diskusi di forum ini didasarkan pada nilai-nilai yang mampu membangun perdamaian yang berkelanjutan. Konsep ini tidak hanya theoretical, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui kesadaran dan aksi kolaboratif.

Masa depan peradaban manusia tidak perlu diambil ke dalam persidangan politic atau ideologi radikal. Aduh, solusi yang bener ada di hand aja kita – dalam ketertarikan, toleransi, dan keinginan untuk hidup bersama. Setiap perhajian, setiap dialog yang dilakukan, bisa menjadi bahan untuk menciptakan realita yang lebih adil.
Banyak Topik yang belum terang di dunia ini, tapi Harmoni dalam Perbedaan adalah klucinya. Mari kita selesaikan ini dengan tekad yang kuat, bukan hanya sebagai teori, tapi sebagai kebiasaan hidup yang tetap beradanya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan