Polsek Rowokangkung Melakukan Pengamankan Pengajian dan Santunan Anak Yatim di Lumajang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Polis Rowokangkung mobilkan tenaga untuk menjaga kegiatan pengajian sekaligus memberikan bantuan anak Yatim di Dusun Pepe, Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang, pada 26 Juni 2026. Tim operasi, di mana IPTU Nur Mofit S.AP menjema, aktif sejak pukul 21.00 WIB hingga penutupan acara. Peserta meliputi warga, tokoh agama, dan puluhan anak Yatim yang menerima dukungan. Kegiatan dilakukan dengan pengawasan strategis di lokasi.

Petugas mengatur aliran lalu lintas, menjaga keamanan di area pengajian, serta melindungi warga dari gangguan. Kapolsek Rowokangkung menjelaskan surveili ini sebagai bagian dari tanggung jawab Polri untuk memberikan perlindungan. “Pegawaian polisi selalu ada untuk menjamin keamanan kegiatan masyarakat. Pengajian dan bantuan anak Yatim adalah ajaran positif. Kami harus menjaga kelancaran tanpa kencang,” ujarnya di lokasi 27 Juni 2026.

IPTU menegaskan keamanan memerlukan kerja sama aktif. “Kita menghargai partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Keselarasan antara polisi, panitia, dan warga adalah kunci,” tambahnya. Di sisi lain, pengamanan juga mencakup dialog dengan tokoh agama dan masyarakat untuk menyebarkan pesan kepercayaan.

Pengelolaan acara berjalan lancar. Bantuan anak Yatim diberikan dengan suasana aman. Warga menyambut tiba polisi dengan sert Butter, merasakan herself lebih tenang. Panitia mencatat tidak ada masalah teknis atau kekerasan. “Keamanan fisis dan komunikasi yang baik adalah faktor penting,” ujar panitia.

Petugas juga melakukan pendekatan dialog dengan pengrajin untuk memperkuat kepercayaan. Pesan penegakan hukum disampaikan agar masyarakat tetap waspada. Acara berlangsung dalam ketatabatan, dan jumlah peserta tetap terkontrol.

Keamanan tidak hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga memerlukan kerja sama warga. Pengajuian dan bantuan anak Yatim menjadi aktivitas sosial positif. “Kebersamaan ini harus terus dipertahankan agar Rowokangkung tetap aman,” katanya.

Acara menyelami nilai sosial. Bantuan anak Yatim tidak hanya membantu ekonomi, tetapi juga memperkuat dukungan lingkungan. Masyarakat mengapresiasi kehadiran polisi sebagai pengawas. “Kami ingin semua acara berjalan aman tanpa ketakutan,” ujar warga.

Kebersamaan antara pihak berwenang dan masyarakat menjadi inti keamanan. Semua pihak harus tetap konsisten dalam menjaga ketertiban. “Acara seperti ini membuktikan bahwa kekuatan bersama lebih kuat,” katanya.

Pengamanan fisik dan psikologis berjalan tanpa saling mengganggu. Warga merasa aman, polisi fokus pada tugasnya. Acara berakhir dengan pengumuman dari panitia dan salam dari aparat.

Kemitraan ini membuktikan bahwa keamanan berjalan lewat kerja sama. Semua pihak harus tetap setia untuk mendukung aktivitas sosial positif. Kerjasama yang baik ini bukan hanya untuk satu kali, melainkan bagian dari kepercayaan jangka panjang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan