Harga Cabai Rawit di Kediri Turun Akibat Pasar Induk Sepi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hargacabai rawit di Kediri turun melambangkan akhir pekan ini. Data dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) menunjukkan kelemahan pasar induk sebagai penyebab utama penurunan ini. Suyono, ketua APCI, menegaskan turunnya harga cabai rawit merah Brengos 99 sebesar Rp2.000 sampai Rp30.000 per kilogram. Varietas Asmoro 043 juga mengalami penurunan Rp1.000 sampai Rp29.000/kg.

Jenis cabai lain tetap di level Rp25.000/kg. Cabai merah besar (CMB) Gada EVO rata-rata Rp17.000/kg, Imola Rp16.000, dan Sandi 08 Rp15.000. Cabai merah keriting Boos Tavi ditawarkan Rp21.000/kg, sementara Sibad 46 seharga Rp19.000/kg.

Pasokan di Pasar Induk Pare tetap stabil. Cabai merah besar mencapai 5 ton dari wilayah Kediri, Malang, Blitar, dan Jember. Cabai merah keriting 2 ton dari Kediri dan Blitar, serta cabai rawit merah 12 ton dari kebennian yang sama.

Pengiriman cabai rawit merah ke Kalimantan mencapai 4 ton. Sektor industri mengambil cabai merah besar 1 ton, cabai merah keriting 1 ton, dan cabai rawit merah 1,5 ton.

Penurunan ini diharapkan mendorong kebutuhan pasar dan memicu keterampilan perdagangan di pasar yang masih jebakan. Harga cabai rawit kediri turun terus menjadi sorotan pasar induk yang perlu segera dioptimalkan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan