DPRD Pangandaran Minta Implementasi Sistem Tata Kelola Air

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pangandaran mengembangkan sistem pengelolaan air yang terhubung untuk melindungi cadangan air dan melindungi dari banjir. Keterangan ini diumumkan oleh Asep Noordin, Ketua DPRD, setelah rapat koordinasi di DPRD Pangandaran pada 24 Juni 2026. Ia menilai banjir yang terus terjadi setiap musim hujan adalah masalah lama yang memerlukan solusi terpadu, bukan hanya upah pendek.

“Masalah ini terjadi setiap tahun,” kata Asep dalam keterangan. “Oleh karena itu, diperlukan sistem pengelolaan air yang terintegrasi untuk menangani banjir secara komprehensif,” ujarnya.

Kajian dari BBWS Citanduy, bersama dukungan pemerintah daerah, akan menjadi rekomendasi yang diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Pertanian. Kawasan pertanian yang terpengaruh meliputi delapan desa yang menjadi sentra produksi pangan di Pangandaran.

Asep menekankan, peningkatan produktivitas bisa dilakukan dengan optimasi lahan yang ada tanpa membuka sawah baru. “Masalah kita adalah kelebihan air saat hujan deras dan kekurangan saat kering. Oleh karena itu, pengelolaan tata air harus dioptimalkan,” ujarnya.

Prioritas utama adalah normalisasi Sungai Ciseel karena elevasi sungai lebih tinggi dibanding saluran sekitar. Panjang sungai yang membutuhkan intervensi diperkirakan sekitar 7,8 kilometer. Asep berharap program ini segera dilaksanakan untuk mengatasi banjir yang mengganggu produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan.

Sistem pengelolaan air terintegrasi tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan pertanian. Strategi ini bisa jadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan