Aset Pemkab Tasikmalaya dengan Potensi PAD Miliaran Rupiah yang belum tergarap

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Beberapa aset yang milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di kota Tasikmalaya tidak dipanaskan secara maksimal. Kondisi ini memicu permintaan masyarakat untuk mengelola aset strategis tersebut lebih efisien, sehingga bisa memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Paguyuban Patas Saninten, Dani Reksa Narada, menilai beberapa aset lokal di pusat kota masih jauh dari potensi pengembangan. “Pemerintah perlu mengambil langkah strategis agar aset yang tertinggal bisa menjadi sumber pemasukan daerah”, kata daninya saat pertemuan Rabu (24/6/2026).

Dani menyebut ada tiga aset prioritas: Gedung Pendopo Lama, ex-Gedung Sekretariat Daerah (dulu digunakan oleh Dinas Kependudukan), dan kawasan ex-Terminal Cilembang. Aset-aset tersebut ber lokasi strategis dan nilai ekonomi tinggi, tetapi pemanfaatannya masih terbatas.

Sebagai masyarakat, Dani menyadari potensi aset ini. Ia memaksa pengelolaannya dilakukan secara profesional dengan konsep bisnis yang jelas. Misalnya, Gedung Pendopo Lama bisa dikembangkan melalui collaborasi swasta. Bagian sejarah tetap dijadikan museum, sementara fasilitas ekonomi seperti hotel ditambahkan.

Potensi area ex-Terminal Cilembang dan ex-Gedung Sekretariat juga tinggi karena aktivitas masyarakat sekitar. Dani mengusulkan mengubah ruang tersebut menjadi fasilitas pendukung perkotaan, seperti pusat perbelanjaan atau pusat olahraga.

Perkembangan aset strategis dapat meningkatkan PAD. Manajemen yang profesional, kombinasi nilai sejarah dengan manfaat ekonomi, serta kerja sama swasta menjadi kunci utama. Semangat inisiatif masyarakat serta kebijakan pemerintah yang berkelanjutan akan membuka jalan untuk mengubah aset-assets yang dulu tidak berdagang menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan