Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Latih Kader dan Ibu Hamil untuk Deteksi Dini Bahaya Nifas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dosen PoltekkesKemenkes Tasikmalaya melakukan pengabdian di Kelurahan Karsamenak, Kawalu, pada 18 dan 20 Juni 2026. Tujuannya melibatkan 15 ibu hamil dan 24 kader kesehatan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini kondisi berisiko selama kehamilan. Tim terdiri dari Tetik Nurhayati SKEp Ners MKep, Dewi Aryanti SKep Ners MSc, Kusmiyati SKp MKes, serta mahasiswa Tarfiyani Arifah, Faysa Della Oktavia, Aldiyansyah, dan Hanna Pebriyanti. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dewi Aryanti menekankan pentingnya kader kesehatan dalam memantau risiko dini seperti preeclampsia dan eklampsia. Kondisi ini bisa muncul sebelum atau setelah persalinan, sehingga perlu perhatian hingga 42 hari setelah lahir. Kader harus mempelajari cara memeriksa tekanan darah dan deteksi protein dalam air pee dengan teknik yang benar. Sebelum pelatihan, banyak kader masih mengambil sampel air pee awal, sementara cara yang tepat menggunakan urin pertengahan.

Pelatihan pertama mengajarkan kader cara mengukur tekanan darah dan analisis air pee. Dewi menjelaskan bahwa proses ini membantu kader memahami gejala hipertensi dan risiko anemia. Ibu hamil juga diingatkan untuk memantau kondisi gizi dan kadar hemoglobin sejak sebelum hamil.

Proses ini bertujuan mengedepankan kolaborasi antara akademik dan masyarakat. Kader yang dilatih dapat menjadi penyalin informasi kesehatan dalam lingkungan lokal. Pendekatan ini juga memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian melalui pelatihan langsung bisa mengubah praktik kesehatan masyarakat. Kader yang lebih informasi dapat mencegah komplikasi serius seperti kematian ibu. Investasi dalam keterampilan kesehatan di tingkat komunitas mungkin menjadi solusi jangka panjang.

Setiap pelatihan yang dilakukan tidak hanya mengedepankan ilmu, tetapi juga nilai empati dan tanggung jawab. Kader yang memahami risiko kesehatan ibu hamil dapat menjadi jembatan antara sistem kesehatan formal dan masyarakat. Hal ini menguatkan peran universitas dalam mendukung kesejahteraan umum.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan