PertanyaanAncaman DBD, RSUD Pandega Pangandaran Minta Masyarakat Ikut Bergerak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Demam berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang memerlukan upaya kolektif. Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti bukan hanya masalah lokal, tetapi juga tantangan global yang memerlukan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

Manajemen RSUD Pandega Pangandaran, melalui akun Instagram, mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran pencegahan demam berdarah sejak dini. Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, mengungkapkan bahwa penyebaran DBD bukan masalah satu negara, melainkan tantangan bersama yang memerlukan kehadiran seluruh pihak.

“Demam berdarah bukan sekadar masalah satu negara, ini tantangan bersama. Saatnya bersatu untuk melindungi,” kata Titi Sutiamah. Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana seperti membersihkan lingkungan sekitar, menghilangkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta tidak ragu melaporkan gejala demam.

Socong, masyarakat diminta segera memeriksa diri jika mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, atau tanda-tanda lain yang terkait dengan DBD. Untuk pengobatan yang tepat, konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Pandega Pangandaran sangat disarankan.

RSUD Pandega Pangandaran berharap edukasi ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman DBD. Dengan langkah pencegahan bersama, kasus demam berdarah diharapkan berkurang secara signifikan.

Setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran demam berdarah. Dengan kesadaran dan aksi kolektif, kita bisa menjamin kesehatan masyarakat lebih aman.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan