FestivalOlahraga Tradisional 2026 di Tasikmalaya digelar pada 21 Juni di Objek Wisata Cipanas Galunggung. Kegiatan ini dirancang untuk menyelamatkan warisan budaya lokal serta memotivasi generasi muda untuk aktif berolahraga. Pemerintah Kab. Tasikmalaya menggunakan ini sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas melalui berbagai game tradisional.
Dewan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kab. Tasikmalaya, Drs. Aam Rahmat Selamet, menekankan kebutuhan melestarikan olahraga tradisional di era teknologi yang pesat. Ia berpendapat, olahraga tradisional bukan hanya tentang fisik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai positif bagi karakter anak-anak. “Peran olahraga tradisional sangat penting untuk memperkenalkan kembali permainan yang kehilangan minat generasi muda,” kata Aam.
Aam menjelaskan, peran olahraga tradisional melampaui persaingan. Permainan-permainan tersebut menjadi sarana mengajarkan kerja tim, ketertarikan, dan disiplin. “Anak-anak bisa belajar saling menghargai melalui aktivitas ini,” ujarnya.
Saat ini, banyak generasi muda lebih memilih menghabiskan waktu di ponsel daripada beraktivitas fisik. Aam mengkhawatirnya kondisi ini akan memengaruhi kesehatan dan kesosialan generasi muda. “Kita perlu mengganti pola ini dengan menghadirkan kegiatan positif, termasuk olahraga tradisional, agar mereka lebih aktif dan sehat,” tambahnya.
Festival ini diharapkan menjadi platform edukasi serta upaya pelestarian budaya. Aam berharap berbagai aktivitas olahraga tradisional di Tasikmalaya akan terus dikembangkan agar warisan budaya tetap relevan. “Dengan festival seperti ini, budaya lokal bisa diasah dan diminiati oleh generasi lebih muda,” katanya.
Data terkini menunjukkan kesenjangan aktivitas fisik di kalangan remaja. Riset menunjukkan bahwa olahraga tradisional dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Contohnya, penggunaan game tradisional seperti kendera atau kendera dapat meningkatkan koordinasi tubuh. Infografis menunjukkan 60% remaja di Tasikmalaya lebih tertarik dengan olahraga modern daripada tradisional.
Guewulur, festival ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki percepsi olahraga tradisional. Seperti yang dilihat di Kalideres,Festival Similar berhasil meningkatkan partisipasi 30% di tahun berikutnya. “Kita bisa mempelajari dari kesuksesan lain untuk menarik lebih banyak generasi,” tegas Aam.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.