Ekonomi Lesu di Pasar Margalaksana Sukaraja, Tasikmalaya Sangat Sepi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pergerakan perdagangan di Pasar Margalaksana terus berkurang. Kondisi ekonomi tidak stabil menimbulkan kenaikan kebutuhan pasar sehingga transaksi jual beli semakin jarang. Lembaran pasar yang dibangun pada 2022 berisi 30 kios, kini hanya 10 kios aktif. Kios yang tetap beroperasi banyak dioperasikan pedagang kuliner, terutama penjual seblak. Lainnya terlihat tidak terpakai.

Sebuah warga, Ayub, mengaitkan stasiun pasar yang kurang berkembang dengan pemikiran penataan yang tidak optimal sejak awal. “Kondisi parking yang terbatas mempersulit pengunjung untuk berbelanja,” ujarnya. Faktor seperti ketersediaan area parkir, sirkulasi pengunjung, dan distribusi barang menjadi kunci untuk meningkatkan aktivitas pasar.

Namun, jika aspek-aspek ini tidak diperhitungkan, pasar berpotensi mengalami penurunan meski fasilitas fisiknya masih baik. Keberhasilan pasar tidak dikembangkan hanya dari jumlah kios, tetapi juga dari keterlibatan pedagang, intensitas transaksi, dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Ari Fitriadi dari Camat Sukaraja mengaku aktivitas pasar Margalaksana mengalami penurunan. “Kami telah menyampaikan ke dinas untuk membuat program revitalisasi pasar agar aktivitas perekonomian kembali berdaur,” ujarnya.

Bangun infrastruktur yang memenuhi kebutuhan, seperti area parkir yang memadai, serta kolaborasi dengan pemerintah dan warga untuk pemikiran bersama menjadi solusi untuk mengembalikan aktivitas pasar. Fokus pada kebutuhan masyarakat dan penelitian lokal dapat membantu meningkatkan daya tarik pasar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan