Belanja Program MBG di Tasikmalaya Arahkan Hasil ke Daerah Lokal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Potensi pengeluaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tasikmalaya mencapai Rp200 miliar, tetapi pelaku usaha setempat mungkin belum memanfaatnya sepenuhnya. Jika kekuatan ekonomi daerah tidak dianalisis dengan cerdas, risiko pengeluaran bahan baku berpotensi mengalir ke luar provinsi. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan kekhawatiran ini saat menghadiri klinik Sensus Ekonomi 2026 di Aula Bappelitbangda.

Hasil pencatatan ini menjadi alasan bagi pemerintah untuk menentukan pusat ekonomi di setiap kecamatan berdasarkan potensi lokal. Contohnya, wilayah yang kuat di pertanian dapat menjadi sentra pangan, sedangkan daerah yang unggul di perikanan dikembangkan sebagai pusat produksi ikan. Langkah ini tidak hanya mendukung program nasional, tetapi juga memastikan perputaran uang tetap berfokus di Tasikmalaya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Amalia Adininggar Widyasanti menekankan Sensus Ekonomi 2026 adalah data masyarakat Indonesia, bukan hanya keuntungan pemerintah. Ia mengajak pelaku usaha memberikan informasi akurat agar keputusan pembangunan lebih tepat. Sebagai pendamping, DPR melalui Ferdiansyah menyoroti tantangan utama saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sensus yang berlangsung setiap dekade.

Sensus 2026 juga diharapkan bisa mengendalikan inflasi dan membangun ketahanan ekonomi keluarga. Data yang dihasilkan harus diolah dengan serius agar bisa menjadi teman politik pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses ini menjadi kunci untuk memastikan manfaat program nasional bisa tercapai dan ekonomi lokal tetap stabil.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan