Biopori dan KWT Berbakat Bertindak: Mahasiswa Unsil Membantu Warga Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Masyarakat menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks tanpa hanya bergantung pada seminar atau ruang pembelajaran. Mahasiswa Program Pendidikan Masyarakat FKIP Unsil mengekspresikan keinginan melaksanakan pengabdian langsung melalui Program Pengabdian Ilmu Pendidikan (Pipemas) di Kelurahan Mugarsari, Tasikmalaya, selama tiga hari.

Program ini bertujuan menyelenggarakan implementasi ilmu melalui sosialisasi, pembuatan biopori, serta perjuangan memperkuat Kelompok Wanita Tani (KWT). Dimas Dwi Prasetyo, ketua pelaksana, menjelaskan kegiatan ini sebagai agendanya tahunan HIMA FKIP Unsil. Tujuannya bukan hanya memahami teori, tetapi juga menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat.

Kegiatan dipandang sebagai langkah pemberdayaan, terutama dalam mengatasi masalah lingkungan yang semakin kompleks. “Ilmu akan kehilangan maknanya jika hanya berdampak dalam ruang kuliah,” ujar Dimas. Secara serupa, Ahmad Hamdan, sekretaris jurusan, menekankan tanggung jawab mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus tercapai melalui abdi yang bermakna.

Masyarakat Kelurahan Mugarsari diberikan puji atas kesetaraan dalam membuka ruang belajar bagi mahasiswa. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi dapat menciptakan kebiasaan berkelanjutan dalam masyarakat. “Pemimpin muda memiliki peran krusial dalam memicu perubahan. Harus ada pengabdian yang terus dilaksanakan oleh masyarakat setelah kegiatan selesai,” tutup Dimas.

Pemerintah lokal juga diharapkan mendukung perlakuan berkelanjutan bagi program ini. Lebih dari sekaligus, kebijakan lingkungan yang lebih inklusif dapat menjadi solusi jangka panjang. Masyarakat wajib diakui sebagai partner utama dalam solusi, bukan hanya sebagai penerima bantuan.

Dengan paripurna pipemasi biopori dan KWT yang lebih kuat, Tasikmalaya bisa menjadi contoh model pengabdian yang efektif. Setiap perubahan dimulai dari sisi ilmu dan abadi, dengan harapan dampaknya tetap terasa bahkan setelah mahasiswa bergerak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan