Obor Muharam Padati di Jalanan Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Puluhan ribuwarga Kota Tasikmalaya bergerak ke jalan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, pelaksanaannya dengan pawai obor yang menyalakan jalan. Tradisi ini menjadi cerminan keberagaman masyarakat, menggabungkan sinar obor yang menjaga jalan dengan simbol syiar Islam yang semakin kuat di kehidupan kota.

Peserta berkelanjutan dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang tua, memadati jalan seperti Jalan Baru Lanud, Jalan Sukalaya, hingga Jalan HZ Mustofa. Mereka membawa obor dan lilin dengan tata tertib, sambil berdoa dan menyambut syiar. Di tengah petualangan, sinar-obor tidak hanya menjadi kesan visual, tetapi juga pesan bahwa perayaan Islam tidak terlupakan di tengah modernitas.

Setiap langkah mereka membawa pesan solidaritas. Di tengah jalan yang ramai, cahaya obor mengisi ruang dengan keberagaman. Perayaan ini berbeda dari festival modern, karena masyarakat Tasikmalaya memilih menyelidiki nilai-nilai kemitraan dan keislaman.

Wawan Kurniawan, seorang partisipan, mengekspresikan bahwa perayaan ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi kesempatan untuk memperingati syiar. Ia bersyukur dapat menghadiri pawai bersama keluarga, serta merasakan perpaduan yang mengalir di tengah keramaian. Anak-anak yang membantu membawa obor menjadi cerminan harapan agar tradisi positif tetap bertahan.

Dudung Sukandar, seorang warga tua, menekankan bahwa partisipasi luas menunjukkan kedamaian nilai agama. “Tahun Baru Hijriah adalah waktu untuk menghadapi perubahan dengan semangat berbahagia, sekaligus meningkatkan diri,” katanya. Apalagi di balik pawai, polisi menjaga keamanan dengan menyelenggarakan relasi terang di berbagai lokasi.

Terakhir, sinar-obor yang mengisi jalan menjadi simbol kebersamaan. Setiap tahun, tradisi ini tidak hanya memperkenalkan tahun baru, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjaga nilai-nilai syiar di tengah kehidupan sehari-hari.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan