Payung Geulis Tasikmalaya Bertahan Sekian Satu Abad, Sekarang Terancam Redup di Tengah Serbuan Produk Modern

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dari era1930-an hingga 1940-an, tokoh lokal H Muhi di Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, mengembangkan kerajinan Payung Geulis. Proses inilah yang kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya, termasuk keluarga “Karya Utama” yang kini masuk ke generasi ketiga. Sang penyelenggaran Rumah Payung Geulis Karya Utama, Sandi Mulyana, mengingatkan bahwa usaha ini awalnya terjalak dari pembuatan beberapa produk harian. A Sahrod, yang memulai usaha dengan modal pinjaman Rp 7.000 pada 1971, juga memperkuat pengembangan ini. Karena kebutuhan mendanai, hasil produksi dipakai untuk membayar utang.

Sandi Mulyana menjelaskan bahwa usaha awal hanya menghasilkan tiga hingga empat paan per hari sambil bekerja sebagai tukang becak. Perkembangan Payung Geulis semakin mencerminkan ikon budaya yang dikenal luas di Tasikmalaya. Setelah A Sahrod meninggal tahun 2023, pengelolaan Rumah Karya Utama diawali Emil Yulianti, kakaknya. Penyerangannya terus berlangsung hingga kini.

Proses produksi Payung Geulis menggunakan teknik tradisional dengan bahan alami. Bambu menjadi bahan utama yang dirakit secara manual, kemudian dilapisi dengan kain atau kertas khusus. Kombinasi seni dan ketelatenan menciptakan produk yang unik.

Ketahanan ini menghadapi tantangan pasar yang semakin terbatas. Meski resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2022,presence di pasar global berkurang. Semakin banyak produk pabrikan yang menghentikkan pasaran, sehingga kerajinan tradisional ini perlu berjuang untuk tidak justru menjadi laki-laki sejarah.

Bagi masyarakat, Payung Geulis bukan hanya alat kebutuhan, tapi simbol identitas budaya yang harus terpalu. Kolaborasi antara generasi tua dan muda, serta upaya pemasaran yang cerdas, bisa menjadi solusi untuk menjaga relevansinya. Masukkan inisiatif lokal untuk mendukung tokoh yang berusaha mengembangkan produk ini. Dengan pendekatan inovatif,可能keitan Payung Geulis dapat berkembang lebih baik di tengah era modern.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan