Kenaikan Harga BBM Menciptakan Efek Domino, PUI Mengungkap Dampak pada UMKM dan Daya Beli Rakyat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dengan peningkatan harga BBM yang mulai berlaku 10 Juni 2026, DPP PUI menilai kebijakan ini berpotensi memicu krisis ekonomi di Tasikmalaya. Organisasi tersebut berpendapat, kenaikan ini bisa mengurangi pelanggan UMKM, serta memengaruhi penghasilan daerah. Wasekjen DPP PUI, Deden Tazdad Hubban, mengajukan evaluasi mendalam terhadap kebijakan BBM oleh pemerintah. Dampaknya tidak hanya berfokus pada sektor energi, tetapi juga menyebar ke berbagai bidang ekonomi yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Kenaikan BBM memicu naiknya biaya distribusi, yang sebaliknya meningkatkan harga kebutuhan pokok. Konsekuensinya, daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, semakin tergelincat. “Pemerintah tidak boleh hanya melihat data finansial. Kenaikan BBM saat ini menjadi beban berat bagi rakyat yang masih berusaha melancar,” ujar Deden. Sektor UMKM menjadi pihak paling rentan, karena biaya operasional naik sambil pasar semakin lega.

Dampak ini mencemaskan risiko usaha gulung tikar. Konsumsi domestik, penggerak utama pertumbuhan ekonomi, juga terganggu. PUI memperingatkan, turunnya aktivitas ekonomi bisa meredam penerimaan pajak daerah. “Jika UMKM terputus dan konsumsi lempuh, stabilitas pendapatan daerah bisa terancam dalam jangka panjang,” tegasnya.

Sebagai langkah menyelesaikan masalah, DPP PUI meminta pemerintah menyusun kebijakan yang lebih inklusif. Data terkini menunjukkan kenaikan BBM 2026 sudah menyebabkan 30% UMKM di Tasikmalaya mengalami penurunan pendapatan. Biaya distribusi minyak naik 25% dibanding tahun sebelumnya, yang menjeritkan UMKM dengan modal terbatas. Studi BPKL juga menunjukkan, 60% pelaku UMKM mempertimbangkan keluar usaha karena kenaikan biaya.

Kenaikan BBM seperti ini bukan hanya tentang harga minyak, tapi juga kesejahteraan rakyat. Biaya yang lebih tinggi ini langsung meresap ke harian masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Ini memicu ketidakadilan ekonomi dan mengancam stabilitas pasar. Pemerintah harus cepat merancang kebijakan yang lebih berfokus pada kebutuhan rakyat, terutama UMKM, agar dampak kenaikan BBM bisa diatasi. Semakin cepat aksi, semakin besar peluang untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan ekonomi nasional tetap sehat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan