KurbanHidup di SMPN 4 Tasikmalaya, Siswa Belajar Berbagi Melalui 1 Sapi dan 3 Domba

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Perwujudan kembali tradisi kurban yang sebelumnya dilarang kembali berlangsung di SMPN 4 Tasikmalaya saat Idul Adha 1447 Hijriah. Sekolah memangkain satu ekor sapi dan tiga ekor domba sebagai bagian dari kegiatan pendidikan moral dan kesadaran sosial bagi siswa. Wakil Kepala sekolah Bidang Kesiswaan, Neni Priyani Nurlina, menjelaskan bahwa praktik ini telah jadi kebiasaan rutin sebelum pandemi. Namun, aktivitas tersebut berhenti selama beberapa tahun.

“Kegiatan ini terakhir dilakukan sebelum Covid. Setelah itu berhenti. Terus berjalan lagi karena inisiatif kepala sekolah baru, Pak Toni,” ujarnya. “Saat rapat bulan lalu kami coba复兴 program ini dan mendapatkan respons positif dari guru dan orang tua,” tambangnya.

Hewan yang dipanggang terdiri dari satu sapi dan tiga domba. Sapi diambil oleh kepala sekolah, guru, serta dua orang tua siswa. Sementara domba menjadi hasil program belajar agama yang melibatkan siswa langsung. Dana kurban berasal dari Jumat Berkah yang biasanya disalurkan melalui Baznas. Sekarang sebagian digunakan untuk pembelajaran kurban.

Proses penyembelihan dilakukan oleh petugas yang memahami syariat. Siswa tetap terlibat dalam pengemasan hingga pendistribusian daging. Kegiatan ini menjadi pelajaran nyata tentang berbagi dan pengorbanan. “Anak-anak ikut memecahkan daging kepada yang berhak. Jadi bukan hanya teori, tapi praktik langsung berbagi,” tambangnya.

Sapi satu ekor menghasilkan sekitar 200 paket daging. Tiga domba juga menciptakan 200 paket tambahan yang dikirim ke masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya menjaga tradisi, tapi juga memperkenalkan nilai-nilai sosial kepada generasi muda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan