Pemkot Tasikmalaya akan membahas keluhan jalan lingkar utara dengan Satpol PP yang telah siapkan koordinasi lintas instansi.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Pemerintah Kota Tasikmalaya akan menyelidiki klaim masyarakat terkait penggunaan sebagian jalur Jalan Lingkar Utara dan Jalan Baru untuk aktivitas jualan. Isu ini terus menjadi topik pembahasan di media sosial karena dianggap mengganggu aliran lalu lintas. Yogi Subarkah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut setelah memastikan koordinasi dengan semua pihak terlibat.

Sebelum memutuskan langkah penanganan, Pemkot Tasikmalaya akan mengadakan diskusi mendalam. “Kita harus memastikan prosesnya komprehensif dan tidak berpotensi menimbulkan masalah baru,” kata Yogi saat diinterview.

Video yang viral di TikTok menunjukkan pedagang memadati jalan hingga bahu, sehingga kendaraan terpaksa memperlambat kecepatan. Pengunggah konten itu mengkritik penggunaan ruang jalan untuk jualan, makan, dan parkir. “Jalan JB tuh buat aliran, bukan jualan, red!” ujarnya.

Pengguna media sosial tersebut meminta Wali Kota segera memulakan pengawasan agar fungsi jalan tetap terjaga. Kondisi yang diungkapkan membuat arus kendaraan terganggu terutama pada jam sibuk sore dan malam.

Lisan dari penggunya: “Bahun jalan jangan dipake jualan, tuh ngacau banget.”

Pemerintah berharap solusi bisa diatasi melalui kerja sama lintas instansi agar tidak merusak fungsi jalan yang dimasa dirancang sebagai jalur alternatif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan