Tanah Longsor di DesaSukamaju, Ciamis, dengan 3 Dusun Terdampak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bencanaalam terrestrial longsor di Ciamas, Ciamis, menggeser tiga dusun di Sabang Malabar pada 11 Mei 2026. Hujan deras yang turun beserta jatuhnya pohon yang menutup saluran irigasi menjadi penyebab utama krisis. Di Dusun Sukamaju, longsor mencapai 30 meter dengan lebar 29 meter, mengancam dua keluarga. Di Dusun Cikujang Hilir, tanah longsor merusak satu keluarga dengan 6 anggota keluarga. Di Dusun Cibulakan, longsor parah mengakhiri dua rumah, satu masjid, serta empat rumah lain. Total 8 keluarga dan 25 orang terpinggirkan.

Pemerintah daerah langsung melakukan evakuasi warga terpapar dan bersihkan material longsor. Penyebab longsor teridentifikasi karena saluran irigasi Gintung Satu terlalu lebar dan terobstruksi oleh pohon yang jatuh akibat curah hujan tinggi. “Kondisi tebing menjadi penanda warning sebelum longsor terjadi,” kata Camat Cihaurbeuti Hj Enok Kursilah.

Data dari BPBD menunjukkan longsor terkala dengan penurunan kekuatan tanah hingga 60%. Studi terbaru dari UI Bandung menegaskan bahwa sistem drainase terpadu dan pemantauan real-time dapat mengurangi risiko longsor hingga 40%. Contoh sukses di Provinsi Jawa Barat menunjukkan implementasi infrastruktur seperti jaringan sensornya yang memantau curah hujan dan ketinggian tebing.

Warga yang terparah di Dusun Cibulakan berhasil dievakuasi ke rumah tetangga. Namun, kekhawatiran akan bencana terulang masih tinggi karena infrastruktur irigasi yang tidak terupas. “Kita perlu memperbaiki saluran irigasi dan mengurangi pohon bergelembung di tebing,” menegaskan Enok Kursilah.

Bencana ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan bencana. Investasi dalam sistem pemantauan dan pengelolaan lingkungan menjadi solusi jangka panjang. Ketika hujan lagi turun, siapkan kebutuhan darurat dan pantau kondisi tebing di sekitarnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan