Kawasan RawanLongsor dengan Dua Rumah di Sukamaju Cihaurbeuti Ciamis Harus Direlokasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bencana tanah longsor di Ciamas pada 11 Mei 2026 memicu kerusakan di tiga dusun, termasuk Cibulakan. Dua rumah warga terendam tanah, sehingga tidak bisa digunakan lagi. Pemerintah desa dan daerah meminta korban bergabung untuk bergabung di tempat lain karena kawasan lama masih berisiko longsor.

Lapisan tanah di sekitar rumah yang tersisa masih mudah retak, sehingga berbahaya jika warga kembali membangun di sana. Kepala desa Sukamaju, Dede Engkuh, menjelaskan korban masih mengungsi. Hanya satu keluarga memiliki lahan untuk bergabung, meskipun dana pembangunan rumah masih tidak memadai.

Bantuan logistik seperti makanan, kain, dan peralatan dapur telah diberikan oleh Dinsos dan pihak lain. Lokasi baru yang disiapkan sekitar 200 meter dari titik longsor dianggap lebih aman.

Krisis ini menunjukkan kebutuhan penguatan infrastruktur dan kerja sama lebih lebar. Semakin cepat pemerintah dan masyarakat berkoordinasi, semakin kecil risiko bencana di masa depan.

Pemuda dan pejabat diharuskan tidak hanya fokus pada pengawasan bencana, tetapi juga menciptakan program relokasi cepat dan dukungan jangka panjang. Setiap langkah kecil untuk mencegah kekacauan tanah longsor pun bisa menguntungkan. Mobilisasi lebih luas bisa menjaga keselamatan warga.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan