38 RibuWarga Tasikmalaya Menggunding, Polisi Siapkan Beberapa Formulir untuk Mengonfirmasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.id – Di kabupaten Tasikmalaya, masih banyak warga yang tidak memiliki pekerjaan. Dari populasi sekitar 1,9 juta orang, puluhan ribu seseorang masih tanpa lahan kerja. Pemerintah daerah terus berusaha mengatasi masalah ini.

Program-program yang ditargetkan melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) Tasikmalaya berupaya mengurangi jumlah pengangguran secara bertahap. Kepala DPM-PTSP-TK, dr H Faisal Seoparianto, menyatakan bahwa data menunjukkan penurunan pengangguran dari tahun ke tahun.

“Berdasarkan informasi tahun 2025, sekitar 38 ribu warga di Tasikmalaya masih dalam kondisi pengangguran,” ujar Faisal. Upaya untuk menghentikan angka tersebut dilakukan melalui pelatihan vokasi, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, dan program IM Japan.

Kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) dilakukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. “Langsungnya, ini bertujuan agar tingkat pengangguran bisa turun,” menjelaskan Faisal.

Selain itu, pemerintah juga mencoba menarik investor untuk membuka bisnis di Tasikmalaya. Contohnya pengembangan Rumah Sakit Persis di Ciawi yang dapat menyerap tenaga kerja.

Job fair, baik online maupun offline, juga digelar untuk mematikan pencari kerja dengan perusahaan. “Kita fokus pada penyerapan warga dari SMA/SMK hingga perguruan tinggi,” tambah Faisal.

Kepala DPLM-PTSP-TK, Heri Susanto, menargetkan penurunan pengangguran hingga 30 persen. “Kita harap berhasil meningkatkan lapangan kerja melalui inisiatif ini,” katanya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan