Kebakaran di Pabrik Gantungan Baju di Tasikmalaya Masih Misterius

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.id – Api merusak menyusul pabrik pembuatan hanger (gantungan baju) di Gunung Kanyere RT 03 RW 17, Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Tasikmalaya, mulai Malam Minggu (10/5/2026).

Penyebabnya hingga Senin (11/5/2026) masih bukan titik fokus penyelidikan pihak polisi. Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 18.35 WIB. Saat masyarakat melihat keracunan, ukuran api sudah mencapai tahap besar dan merusak bangunan pabrik yang luas kurang lebih 400 meter persegi.

Material produksi yang mudah terbakar membuat reaksi api semakin cepat, sehingga bangunan tidak memiliki waktu untuk mengalami kerusakan. Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan alat yang tersedia, tetapi komitmen api untuk memperluas ruangnya menghasilkan kemenangan.

Kepala Bidang Damkar BPBD Tasikmalaya, Erik Yowanda, menjelaskan tim evakuasi ke lokasi sekitar pukul 19.05 WIB. Saat tiba, api sudah mencapai tahap pengeludahan, sehingga petugas langsung berupaya memadam dan pendingin sesuai prosedur.

Proses pengelolaan memakan waktu lama karena banyaknya bahan pelembap di lokasi. Api benar-benar dimatikan sekitar pukul 20.50 WIB.

Penanganan melibatkan kendaraan api Fire Truck 04, alat penyiraman air dari BPBD, Kerja Polisi Tasikmalaya, PMI, dan PLN.

Meskipun tidak ada korban, pabrik beserta peralatan produksi terlupakan. Penyebab kebakaran masih dalam penelitian, dan kerugian belum dapat diukur.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi usaha rumahan yang masih kurang siap menghadapi risiko api. Banyak tempat bertandang dengan keberuntungan, meskipun api tidak menunggu kesalahan manusia untuk muncul.

Bencana ini mengungkap kebutuhan peningkatan sistem pengamanan kebakaran di usaha kecil. Siapapun harus siap menghadapi ancaman yang bisa datang tanpa tanda.

Dengan pengalaman ini, masyarakat dan pejabat perlu memperkuat koordinasi serta investasi pengamatan kebakaran, terutama di lokasi usaha rumahan yang sering menjadi target risiko.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan