Tasikmalaya, Radartasik.id — Banyak orang masih membayangkan sampah dapur sebagai tersisa yang tidak berkesan. Di desa Bangbayang, kecamatan Cipaku, kabupaten Ciamis, pandangan ini mulai berubah. Sampah organik sekarang diubah menjadi kompos yang berharga bagi masyarakat.
Ini digelar oleh program Sikompos yang ditingkatkan oleh mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNES, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ciamis. Tujuannya adalah mendorong masyarakat mengelola limbah dapur sendiri, menciptakan dampak lingkungan positif.
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga latihan langsung. Kader PKK menjadi penggerak utama untuk menjalankan aktivitas. Salah satu mahasiswa, Yulaiva, menjelaskan bahwa pendekatan praktis lebih efektif daripada teori. “Pernah ada yang memahami teori tapi gagal menerapkannya tanpa pengalaman langsung,” ujarnya.
Metode yang digunakan adalah Loseda, Komsidap, dan Komtuga. Semua disusun dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan di lingkungan. Ini bertujuan agar masyarakat dengan latar belakang berbeda bisa menerapkannya dengan mudah.
Keterlibatan langsung peserta menjadi kunci. Tania, mahasiswa lain, menekankan bahwa praktik membantu membangun kepercayaan. “Kader PKK bukan hanya dikaji teori, tapi juga praktik agar bisa menggerakkan masyarakat secara mandiri,” kata dia.
Peserta memastikan metode ini realistis. Tidak memerlukan alat kompleks dan prosesnya sederhana. Ini mempermudah diterima oleh rumah tangga tanpa menambah beban kerja.
Program Sikompos bisa menjadi solusi untuk mengurangi limbah dapur. Dengan kompos, sampah organik dihampiri artisip dan berguna. Ini menunjukkan bagaimana inisiatif kecil bisa memberikan dampak besar jika diterapkan secara konsisten.
Beberapa keluarga di Bangbayang sudah mencoba. Mereka merasa mudah mengelola sampah dan merasa harta benda dari kompos bisa digunakan untuk tanaman. Ini juga mengurangi beban di tempat sampah umum.
Program ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan kesadaran lingkungan. Masyarakat mulai lebih peduli bagaimana limbah dapur memengaruhi lingkungan.
Dengan inisiatif ini, masyarakat bisa mulai dari hal kecil. Salah satu langkah besar adalah mengubah kebiasaan harian. Komite, komite, atau komite—semua analisis menjadi bagian dari perjalanan menyelamatkan lingkungan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.