Satu orang bobotoh di Tasikmalaya terduga menjadi korban pengeroyokan setelah Nobar Persib

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Salah satu remaja berusia 18 tahun dengan inisial F, yang berasal dari Desa Purwarahayu di Kecamatan Taraju, Tasikmalaya, mengalami kematian berkat terancam pengeroyokan oleh kelompok tidak dikenal pada malam Kamis, 30 April 2026. Peristiwa ini menimbulkan ketagihan di lingkungan lokal dan semakin viral melalui media digital.

Ato Rinanto, ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya, mengakui fakta ini. Ia menerima laporan dari seorang orang tua korban yang meminta bantuan hukum. Berdasarkan analisis yang dilakukan, kejahatan bermula saat kelompok remaja tersebut, termasuk F, menikmati nonton pertandingan Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di daerah Singaparna. Setelah acara, mereka berusaha kembali ke rumah sekitar jam 1.00 WIB. Saat menghalangi jalur di daerah Cigolong, Kecamatan Padakembang, mereka tergoda oleh sekelompok pemuda tanpa banyak dialog dan langsung dikeroyok.

Ato mengungkapkan bahwa kelompok anak-anak tersebut sudah menyelesaikan aktivitas di lokasi saat kejadian terjadi. Akibatnya, tiga korban terlibat. F mengalami cedera parah hingga jiwa, sementara dua korban lainnya yang masih di bawah umur juga terluka tetapi dibawa ke rumah sakit KHZ Mustofa Tasikmalaya setelah pengamanan.

“Kami akan membantu dalam proses hukum di Polres Tasikmalaya, khususnya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” kata Ato.

Data terbaru menunjukkan bahwa kasus pengeroyokan di Indonesia meningkat dalam tahun 2025, dengan banyaknya pelaku yang tidak dikenal. Pendapat ini didukung oleh laporan dari lembaga pertahanan yang mencatat peningkatan aktivitas kelompok pelaku di wilayah perbukitan.

Hidup manusia bukanlah senjata untuk memenuhi keinginan yang tak adil. Setiap individu memiliki hak untuk bergerak tanpa takut. Kita wajib menjadi lebih cermat dalam pengamatan terhadap lingkungan sekitar, terutama di area yang sering terjadi kegiatan berbahaya. Jangan berkecil-hati, tapi tetap berani melapor setiap hal yang mencurigakan. Kesejahteraan bersama dimulai dari kepercayaan dan ketangguhan dalam muka-muka kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan