FPPP Kotabandjar Desak: Pemerintah Bereskan Nasib 17 Guru yang Dikenang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

ForumPemuda Peduli Pendidikan (FPPP) di Kota Banjar mempertahankan perhatian pada 17 honorer yang masih berlangsung. Ketua FPPP, Dicky Agustaf, menyampaikan bahwa situasi ini menuntut perhatian bersama untuk mencari solusi efektif. “Kami tidak menyalahkan siapapun, tetapi kita siap membangun kolaborasi untuk mengatasi masalah ini,” kata Dicky pada minggu 3 Mei 2026.

Undang-undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 menjamin bahwa penambahan honorer baru setelah 28 November 2023 dilarang. Istansi yang melanggar wajib menerima sanksi. Meski demikian, tetap ada kehadiran honorer di lingkungan pendidikan, terutama karena kebutuhan tenaga pendidik untuk menjalankan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di sekolah.

Kemendikdasmen mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2026 yang memungkinkan penugasan guru honorer hingga 31 Desember 2026. Dicky menjelaskan bahwa kebijakan ini wajar karena honorer yang memenuhi syarat tetap diperbolehkan. Namun, masalah mekanisme honorarium dan sertifikasi guru menjadi kunci yang perlu diatasi.

Dedik Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menindakkan moratorium terhadap aturan pengalokasian honor. FPPP menilai provinsi lain yang telah mencairkan sertifikasi honorer dapat menjadi referensi. “Mungkin kita bisa melakukan studi banding dengan daerah tersebut untuk memahami pendekatan yang efektif,” tegas Dicky.

Pihak FPPP juga menyoroti bahwa pemerintah daerah tidak mengajukan konsultasi langsung dengan PGRI dan honorer. Solusi ini dianggap perlu untuk mempercepat proses. Secara alternatif, honorer tetap dapat dicairkan sertifikat dari APBN meski tidak ada dana dari daerah.

Terakhir, Dicky berharap pemerintah daerah dan lembaga pendidikan bisa bekerja sama untuk menjaganya keberadaan honorer. “Kita harus lebih cermat dalam mengelola sumber daya dan memastikan hak tenaga pendidik tetap terang,” kata ia.

Permasalahan ini menunjukkan pentingnya kesamaran di antara pemerintah dan tokoh pendidikan. Solusi yang praktis dan sesuai konteks lokal menjadi plangannya utama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan